Crossmatch to Transfusion Ratio (C/T Ratio) Komponen Darah WB dan PRC
Abstrak
Uji silang serasi (crossmatch) antara darah pendonor dengan darah pasien harus dilakukan sebelum transfusi darah dilangsungkan. Namun, tidak semua darah yang di-crossmatch akan ditransfusikan kepada pasien. Hal ini menunjukkan adanya distribusi produk darah yang tidak tepat, pemborosan darah, tidak dapat diaksesnya darah untuk pasien darurat, peningkatan biaya, dan peningkatan beban kerja bagi petugas. Crossmatch to Transfusion Ratio (C/T Ratio) digunakan sebagai indikator untuk mengetahui efisiensi penggunaan darah dan dapat berfungsi sebagai panduan untuk mengantisipasi permintaan darah yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui skor C/T Ratio komponen darah WB dan PRC di RSUD Kabupaten Brebes Tahun 2021. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh dari buku rekapitulasi permintaan darah di Bank Darah RSUD Kabupaten Brebes Tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan komponen darah WB yang di-crossmatch berjumlah 47 kantong dan yang ditransfusikan berjumlah 34 kantong (72%). Komponen darah PRC yang di-crossmatch berjumlah 4589 kantong dan komponen PRC yang ditransfusikan berjumlah 4369 (95%). Skor C/T Ratio komponen darah WB adalah 1,38. Skor C/T Ratio komponen darah PRC adalah 1,05. Skor C/T Ratio total adalah 1,05.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Medical Laboratory NetworkArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
