Profil Kadar Asam Urat Pada Buruh Konveksi Bagian Penjahitan
Profile of Uric Acid Levels in Convection Workers in the Sewing Section
Abstrak
Asam urat merupakan produk akhir metabolisme purin yang utama. Penumpukan asam urat disebut hiperurisemia dapat menyebabkan terjadinya penyakit Gout. Salah satu faktor penyebab hiperurisemia adalah tidak aktifnya tubuh seseorang karena pekerjaan dan lain-lain. Contohnya para pekerja yang menjahit di perusahaan konveksi umumnya duduk dalam waktu yang lama. Faktor lain yang dapat meningkatan kadar asam urat yaitu usia, jenis kelamin, riwayat keturunan, dan konsumsi makanan tinggi purin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar asam urat pada buruh konveksi bagian penjahitan di Desa Grenggeng Kecamatan Karanganyar Kabupaten Kebumen. Metode penelitian ini termasuk observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pemeriksaan kadar asam urat dilakukan menggunakan metode POCT (Point Of Caring Test). Hasil penelitian yaitu subyek penelitian adalah 30 orang buruh konveksi bagian penjahitan. Terdapat 16 subjek memiliki kadar asam urat normal (53%) dan 14 subjek memiliki kadar asam urat di atas normal (47%). Kadar asam urat di atas normal pada kelompok usia 50-60 tahun 33,3%, usia 40-49 tahun 10%, usia 30-39 tahun 3,3%. Lama duduk subyek < 8 jam/ hari adalah 63,3%, sedang yang ≥ 8 jam /hari 36,7%. Subyek yang duduk < 8 jam/hari yang memiliki kadar asam urat di atas normal 16,7%, sedangkan yang ≥ 8jam/hari 30%. Subyek mempunyai riwayat keturunan hiperurisemia adalah 30%, dan mengkonsumsi makanan tinggi purin >5 kali/minggu 20%. Kesimpulan adalah terdapat 53% buruh konveksi bagian penjahitan memiliki kadar asam urat normal dan 47% kadar di atas normal.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Medical Laboratory NetworkArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
