Kadar Kreatinin Serum pada Pasien Rawat Inap yang Didiagnosis Diabetes Melitus Tipe 2
Serum Creatinine Levels in Inpatients Diagnosed with Type 2 Diabetes Mellitus
Abstrak
Diabetes Melitus yang tidak terkontrol akan mengakibatkan komplikasi jangka panjang, yaitu penurunan fungsi organ diantaranya terjadi pada organ ginjal, saraf, mata, pembuluh darah dan jantung. Nefropati Diabetika merupakan komplikasi yang sering dijumpai pada pasien DM dan menyerang organ ginjal. Pemeriksaan kreatinin serum digunakan menilai fungsi ginjal pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui gambaran kadar kreatinin serum pada pasien rawat inap yang didiagnosis Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Data berasal dari rekam medik pasien rawat inap yang didiagnosis DM Tipe 2 di RSUP Dr. Kariadi Semarang yang melakukan pemeriksaan kadar kreatinin pada periode Januari - April 2020 dengan teknik total sampling. Dari penelitian ini, pasien rawat inap yang didiagnosis DM Tipe 2 di RSUP Dr. Kariadi Semarang adalah 79 responden terdapat 49 responden (62 %) dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan 30 orang (38%). Pada 79 responden terdapat 2 responden (2,5%) memiliki kadar kreatinin rendah, 7 responden (8,9%) memiliki kadar kreatinin normal, sedangkan 70 responden (88,6%) memiliki kadar kreatinin tinggi. Pasien laki-laki sebanyak 43 orang (88,6%) masuk dalam kategori kadar kreatinin tinggi. Berdasarkan usia, didominasi oleh lansia akhir (55 – 65 tahun) sebanyak 32 orang (40,5%) dengan pasien lansia akhir sebanyak 28 orang (87,5%) memiliki kadar kreatinin tinggi. Simpulannya dalam 79 responden (100%), terdapat 72 responden (91,1%) yang memiliki kadar kreatinin yang abnormal dan 7 responden (8,9%) memiliki kadar kreatinin normal.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Medical Laboratory NetworkArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
