Kadar SGOT, SGPT, dan Bilirubin Total pada Pasien Tuberkulosis Paru
Total SGOT, SGPT and Bilirubin Levels in Pulmonary Tuberculosis Patients
Abstrak
Tuberkulosis merupakan infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis.Terapi Obat Anti Tuberkulosis yang diberikan memiliki efek samping, salah satunya hepatotoksisitas. Pemeriksaan laboratorium SGOT, SGPT, dan bilirubin total dapat menunjukkan apabila terjadi kerusakan hati. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran kadar SGOT, SGPT, dan bilirubin total pada pasien tuberkulosis paru berdasarkan karakterisktik jenis kelamin dan usia. Jenis penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan data menggunakan purposive sampling sebanyak 120 pasien dilakukan dengan melakukan analisa data pada catatan rekam medis pasien tuberkulosis di RST Wijayakusuma Purwokerto tahun 2020. Hasil penelitian pada pengobatan tahap intensif didapatkan hasil peningkatan SGOT 12 laki-laki dan perempuan rata-rata 71 U/L dan 93 U/L. SGPT 12 laki-laki dan 14 perempuan rata-rata 86 U/L dan 92 U/L. Bilirubin total pada 10 laki-laki dan 12 perempuan rata-rata 1,58 mg/dl dan 1,68 mg/dl. Peningkatan SGOT 15 pasien 26-45 tahun, 8 pasien 46-65 tahun, dan 2 pasien >65 tahun rata-rata 79 U/L, 70 U/L, dan 97 U/L. SGPT terjadi pada 15 pasien 26-45 tahun, 8 pasien 46-65 tahun, dan 3 pasien >65 tahun dengan rata-rata kadar 82 U/L, 97 U/L, dan 96 U/L. Bilirubin total terjadi pada 15 pasien 26-45 tahun, 5 pasien 46-65 tahun, dan 2 pasien >65 tahun dengan rata-rata kadar 1,72 mg/dl, 1,38 mg/dl, dan 1,57 mg/dl, sedangkan pada pengobatan tahap lanjutan seluruh pasien memiliki kadar SGOT, SGPT, dan bilirubin total normal dengan rata-rata 27 U/L, 29 U/L, dan 0,41 mg/dl.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Medical Laboratory NetworkArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
