Studi Literatur Gambaran C-Reactive Protein Pada Penderita Hipertensi
Literature Study Overview of C-Reactive Protein in Hypertensive Patients
Abstrak
Hipertensi disebut sebagai the silent killer, seringkali baru diketahui setelah terjadi komplikasi. Berdasarkan hasil Riskesdas Tahun 2018, prevalensi hipertensi di Indonesia pada usia ≥18 tahun mengalami kenaikan menjadi 34,1% di Tahun 2018. Cedera endotelium yang diakibatkan oleh hipertensi mencetuskan inflamasi atau radang kronik dinding arteri. Bukti adanya proses inflamasi adalah dengan ditemukannya C-Reactive Protein (CRP) yang merupakan penanda inflamasi dari infeksi non bakteri. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui gambaran C-Reactive Protein pada penderita hipertensi melalui penelitian yang dilakukan oleh Fadhliani (2016), Dolly (2018), dan Harahap (2019). Penelitian ini merupakan rangkuman hasil penelitian, dengan kriteria penelitian kajian sistematik melalui pendekatan systematic review. Pada penderita hipertensi menurut penelitian Fadhliani (2016) diperoleh sebanyak 23% C-Reactive Protein positif dan 77% C-Reactive Protein negatif. Pada penelitian Harahap (2019) terhadap 30 penderita hipertensi, 12 orang (40%) memiliki C-Reactive Protein positif dan 18 orang (60%) memiliki C-Reactive Protein negatif. Sedangkan pada penelitian Dolly (2018) rerata kadar hs-CRP pada penderita hipertensi yaitu 4, 85 mg/L. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu menurut penelitian Dolly (2018) pada penderita hipertensi dengan lama waktu >1 Tahun memiliki kadar hs-CRP lebih tinggi dibandingkan dengan penderita hipertensi dengan lama waktu ≤1 Tahun. Pemeriksaan C-Reactive Protein (CRP) pada penderita hipertensi dalam penelitian Harahap (2019) menunjukkan hasil CRP positif didominasi oleh subjek dengan usia ≥ 50 Tahun sebanyak 8 orang (27%).
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Medical Laboratory NetworkArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
