Hubungan Kadar Hemoglobin dan Kadar Kreatinin Darah pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Pasca Transfusi Berulang
Correlation of Hemoglobin and Blood Creatinine Levels in Chronic Kidney Disease Patients Post Repeated Transfusion
Abstrak
Ginjal merupakan bagian dari tubuh yang memiliki peran penting. Fungsi ginjal salah satunya tempat produksi erythropoietin. Erytropoietin berfungsi memicu produksi sel darah merah. Orang atau pasien yang memiliki gangguan pada ginjal dapat menyebabkan terjadinya anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar hemoglobin dengan kadar kreatinin darah pada pasien dengan penyakit ginjal kronik pasca mendapatkan transfusi. Kadar kreatinin darah dalam penelitian ini digunakan sebagai indeks pengukuran fungsi ginjal. Penelitian dilakukan di rumah sakit Wira Tamtama Semarang dengan mengambil data 20 pasien pada tahun 2020 dengan penyakit ginjal kronik dan diambil data hemoglobin (cut-off 12 gr/dL) dan kreatinin serum (cut-off 1,5 mg/dL). Hubungan antara keduanya dihitung dengan uji chi-square dan didapatkan 80% pasien dengan hemoglobin rendah pada pasien dengan kadar kreatinin tinggi dan 0% pasien dengan hemoglobin rendah pada pasien dengan kadar kreatinin normal (p=0,040). Terdapat risiko penurunan kadar hemoglobin (OR = 3,442) pada pasien dengan kadar kreatinin yang tinggi. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara kadar hemoglobin dengan kadar kreatinin darah dan pasien dengan kadar kreatinin tinggi cenderung berisiko anemia.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Medical Laboratory NetworkArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
