Peningkatan Hasil Belajar Siswa melalui Model Learning Cycle 5E pada Mata Pelajaran IPA Terpadu
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran sains. Perencanaan, tindakan dan pengamatan, refleksi, serta perencanaan ulang merupakan empat tahap paradigma Kemmis dan Taggart, yang digunakan dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, dengan dua pertemuan pada setiap siklus. Siswa kelas VIII C di SMP N 2 Jujuhan menjadi subjek penelitian. Tes, wawancara, pengamatan, dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data, yang kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model siklus pembelajaran 5e dapat meningkatkan hasil belajar siswa terkait materi usaha dan energi. Meskipun partisipasi siswa masih tidak merata, siswa mulai menunjukkan minat dan keterlibatan dalam pembelajaran sepanjang siklus pertama. Persentase hasil belajar siswa mencapai 46% pada siklus tersebut. Siswa tampak lebih antusias belajar pada siklus kedua, dan persentase tujuan pembelajaran siswa yang tercapai meningkat menjadi 89%. Akibatnya, penerapan model siklus pembelajaran 5E telah berhasil meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran sains dan dapat berfungsi sebagai alat pengajaran yang menyenangkan di kelas. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menerapkan model Learning Cycle 5E pada materi IPA lainnya atau mengkombinasikannya dengan media pembelajaran interaktif agar hasil belajar siswa dapat meningkat secara lebih optimal.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPAArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
