Analisis Potensi Miskonsepsi pada Materi Matriks dalam Buku Ajar Matematika Tingkat Lanjut Kelas XI
Abstrak
Miskonsepsi dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi matriks, masih menjadi persoalan mendasar yang berdampak pada pemahaman siswa di tingkat lanjut. Buku ajar sebagai sumber belajar utama berperan penting dalam membentuk konsep dasar, sehingga kualitas penyajiannya perlu ditinjau secara kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi miskonsepsi yang muncul dari penyajian materi jenis-jenis matriks pada buku ajar Matematika Tingkat Lanjut kelas XI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis dokumen, yaitu menelaah definisi, notasi, ilustrasi, dan contoh yang disajikan dalam bab matriks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sejumlah potensi miskonsepsi, di antaranya definisi yang ambigu pada matriks diagonal, ketidakjelasan notasi elemen, keterbatasan contoh pada matriks baris dan kolom, serta kesalahan dalam penyajian sifat perkalian matriks dan metode Sarrus. Potensi miskonsepsi ini dapat menghambat pemahaman konseptual siswa karena mendorong hafalan prosedural tanpa penalaran matematis yang mendalam. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa perbaikan penyajian materi dalam buku ajar mutlak diperlukan, terutama melalui penggunaan bahasa yang konsisten, pemberian contoh variatif, serta penekanan pada pemahaman konsep. Temuan ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi guru, penulis buku, maupun pemangku kebijakan pendidikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah menengah atas.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPAArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
