Permintaan Mahar Perkawinan Dan Stigmatisasi Negatif Terhadap Perempuan
Abstrak
Mahar dalam perkawinan adalah sesuatu yang diberikan berdasarkan permintaan pihak perempuan, meskipun tawar menawar tentang besaran jumlahnya kerap terjadi dan umum dilakukan, sampai dicapai kata sepakat antara kedua calon mempelai. Meskipun secara syara’ tidak ada ketentuan tentang besaran mahar, tetapi tidak ada juga batasan ukuran terkecil mahar. Hal ini menjadi menarik ketika besar kecil mahar kemudian dipersoalkan. Fakta dimasyarakat, adalah bagi perempuan yang menetapkan mahar tidak dengan besaran yang banyak, maka Perempuan itu akan dianggap baik, sebaliknya perempuan akan dipandang sebelah mata bila dinilai menentukan hak maharnya dalam jumlah besar. Seharusnya yang dilihat adalah substansi pemberian mahar, selain sebagai bentuk pernghormatan dan pemuliaan, mahar harus mulai dipandang sebagai sebuah investasi jangka panjang, artinya bila kemudian hari dibutukan, atas seizin istri, maka mahar tersebut bisa digunakan bersama sesuai dengan ketentuan syara’.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Istinbath: Jurnal HukumArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
