Evaluasi Program Pengolahan Sampah Organik Berbasis Sensor Pintar
Abstrak
Sampah organik yaitu ragam sampah yang bisa menimbulkan pencemaran baik di udara maupun di lingkungan tanah. Kondisi ini sampah saat ini masih sedikit masyarakat yang mengelola sampah menjadi produk yang dapat dimanfaatkan. Secara umum, sampah organik masih digunakan sebagian masyarakat untuk bahan pupuk kompos. Namun, daur ulang tersebut biasa digunakan oleh kalangan petani belum ke masyarakat lainnya. Salah satu yang masih minim yaitu masyarakat di lingkungan Perguruan Tinggi khususnya di FKIP Untirta Banten. Berdasarkan observasi di lapangan, limbah organik dibuang lalu dicampur bersama sampah anorganik sebelum diangkut truk sampah. Oleh karena itu, diperlukan solusi alternatif yaitu workshop pengolahan limbah organik berbasis sensor pintar untuk Office Boy (OB) di lingkungan kampus FKIP Untirta. Hal ini bertujuan memberdayakan para OB merancang wadah pembuangan sampah berbasis sensor pintar dan mengelola sampah organik menjadi produk ekonomis. Kegiatan ini berupa pelatihan dengan penggunakan metode praktik. Peserta kegiatan yaitu semua OB di kampus FKIP sejumlah 26 orang. Dari data yang diperoleh, selanjutnya kegiatan ini menerapkan angket dan unjuk kerja. Analisis yang dihasilkan dari kegiatan IbM dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Kepuasan peserta terhadap kegiatan pengabdian untuk OB FKIP Untirta berupa pelatihan pengelolaan sampah organik berbasis sensor pintar, dari analisis data survei tergolong sangat efektif. Ukuran indikator kinerja pelaksana kegiatan tergolong sangat efektif juga.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Gema WiralodraArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
