Pemanfaatan Genomik untuk Jagung Tahan Kekeringan: Analisis Bibliometrik
Analisis bibliometrik riset genomik untuk peningkatan ketahanan kekeringan pada jagung (2014-2024)
Abstrak
Perubahan iklim meningkatkan frekuensi kekeringan yang mengancam produksi jagung global. Genomik menawarkan pendekatan inovatif untuk mengembangkan varietas toleran kekeringan. Studi ini melakukan analisis bibliometrik untuk memetakan lanskap penelitian genomik jagung toleran kekeringan periode 2014-2024. Data diekstrak dari Scopus menggunakan kata kunci (TITLE-ABS-KEY ("zea mays") AND TITLE-ABS-KEY ("abiotic stress") AND TITLE-ABS-KEY ("drought tolerance")) menghasilkan 159 dokumen dari 84 sumber. Analisis menggunakan VOSviewer dan RStudio untuk visualisasi jaringan dan pemetaan geografis. Hasil menunjukkan tingkat pertumbuhan publikasi 16,23% per tahun dengan rata-rata sitasi 29,47 per dokumen. Tiongkok mendominasi dengan kontribusi tertinggi, diikuti India dan Amerika Serikat. Kolaborasi internasional mencapai 25,79%. Fokus penelitian meliputi identifikasi gen toleransi kekeringan, mekanisme fisiologis stres, dan strategi pemuliaan berbasis genomik. Jurnal terkemuka seperti Frontiers in Plant Science, Plant Physiology, dan International Journal of Molecular Sciences menjadi platform publikasi utama. Analisis ini mengidentifikasi kesenjangan riset dalam pemanfaatan plasma nutfah lokal, integrasi data multi-omics, dan translasi penanda molekuler ke program pemuliaan praktis. Penelitian ini memberikan roadmap untuk arah riset masa depan genomik jagung toleran kekeringan
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Filogeni: Jurnal Mahasiswa BiologiArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
