Optimasi formula salep ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) sebagai antijamur terhadap Candida albicans dan Malassezia fur fur secara in-vitro
Optimasi formula salep ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) sebagai antijamur terhadap Candida albicans dan Malassezia furfur secara in-vitro
Abstrak
Daun sirih merupakan tumbuhan herbal yang mudah ditemukan masyarakat karena mudah dikembangbiakkan. Candida albicans dan Malassezia fur fur merupakan jamur penyebab infeksi paling umum di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh formula salep ekstrak daun sirih terhadap pertumbuhan Candida albicans dan Malassezia fur fur. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan dua metode yaitu difusi Kirby Bauwer dan sumuran. Hasil menunjukkan daun sirih hijau positif mengandung senyawat metabolit sekunder. Diperoleh zona hambat bening esktrak daun sirih hijau dengan konsentrasi 15%, 20%, 25%, 50% yaitu pada Candida albicans sebesar 12,1 mm, 19,6 mm, 22,2 mm, 27,4 mm, pada jamur Malassezia fur fur yaitu sebesar 11,9 mm, 14,8 mm, 22,2 mm, 25,8 mm. Sedangkan hasil uji aktivitas salep ekstrak daun sirih hijau dengan konsentrasi 25%, 50% yaitu pada Candida albicans sebesar 2,4 mm, 7,8 mm dan pada Malassezia fur fur sebesar 2 mm, 4,9 mm. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa salep ekstrak daun sirih hijau efektif menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans dan Malassezia fur fur.
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Filogeni: Jurnal Mahasiswa BiologiArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
