Tindak Tutur Ilokusi dalam Pidato Wamenlu RI Anis Matta pada KTT Luar Biasa OKI 2024 : Illocutionary Acts in the Speech by Indonesian Deputy Minister of Foreign Affairs Anis Matta at the 2024 Extraordinary OIC Summit
Tindak Tutur Ilokusi dalam Pidato Wamenlu RI Anis Matta pada KTT Luar Biasa OKI 2024: Illocutionary Acts in the Speech by Indonesian Deputy Minister of Foreign Affairs Anis Matta at the 2024 Extraordinary OIC Summit
Abstrak
Latar Belakang: Penelitian ini mengkaji tindak tutur ilokusi dalam pidato berbahasa Arab Anis Matta pada KTT Luar Biasa OKI 2024 sebagai respons Indonesia terhadap krisis kemanusiaan di Palestina serta mendorong respons kolektif negara-negara Arab dan Islam. Pidato ini menarik perhatian luas karena disampaikan dalam bahasa Arab oleh diplomat non-Arab, sehingga menunjukkan pemanfaatan bahasa sebagai instrumen strategis dalam membentuk persepsi dan legitimasi di forum internasional. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan fungsi tindak tutur ilokusi dalam pidato Anis Matta pada KTT Luar Biasa OKI 2024 dengan pendekatan pragmatik. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa pidato berbahasa Arab Anis Matta yang diakses melalui kanal YouTube Kementerian Luar Negeri RI. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Data dianalisis menggunakan teori tindak tutur Searle (1979) dan fungsi ilokusi Leech (1983) dengan metode padan pragmatis dan teknik Pilah Unsur Penentu. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat bentuk tindak tutur ilokusi dalam pidato tersebut dengan total 24 tuturan, yaitu asertif 12 tuturan (50%), ekspresif 7 tuturan (29,17%), direktif 4 tuturan (16,67%), dan komisif 1 tuturan (4,17%), sedangkan bentuk deklaratif tidak ditemukan. Dominasi bentuk asertif mencerminkan posisi penutur sebagai perwakilan resmi negara yang menyampaikan pernyataan dan usulan dalam forum diplomatik. Fungsi ilokusi yang ditemukan meliputi kompetitif 12 tuturan (50%), konvivial 6 tuturan (25%), dan kolaboratif 6 tuturan (25%), sedangkan fungsi konfliktif tidak ditemukan. Dominasi fungsi kompetitif menunjukkan bahwa pidato ini memuat tuntutan dan usulan yang ditujukan kepada negara-negara anggota dengan tetap menjaga kesantunan diplomatik. Temuan ini mengindikasikan adanya kecenderungan bahwa tuturan asertif dan direktif berupa usulan dan tuntutan berfungsi kompetitif, tuturan ekspresif berfungsi konvivial, dan tuturan asertif berupa pernyataan berfungsi kolaboratif. Kesimpulan dan Implikasi: Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Arab dalam pidato diplomatik mencerminkan strategi komunikasi penutur dalam forum internasional. Penelitian ini berkontribusi pada kajian pragmatik bahasa Arab, khususnya analisis tindak tutur ilokusi dalam pidato diplomatik. Penelitian selanjutnya dapat mengkaji lebih banyak pidato diplomatik berbahasa Arab, melakukan analisis komparatif antarpidato, serta mengkaji aspek perlokusi untuk memperluas pemahaman tentang strategi pragmatik dalam wacana diplomatik.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka ELOQUENCE : Journal of Foreign LanguageArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
