Negotiating In-Group and Out-Group Identities through Translanguaging in English Area Communities: Menegosiasikan Identitas Kelompok Dalam dan Kelompok Luar Melalui Translanguaging di Komunitas Berbahasa Inggris
Abstrak
Seiring berkembangnya kajian sosiolinguistik dan pendidikan bahasa, orientasi penelitian dan praktik pembelajaran bergeser dari pendekatan monolingual menuju kerangka multibahasa yang lebih inklusif. Dalam konteks ini, translanguaging dipandang sebagai praktik komunikatif yang memungkinkan individu menggunakan seluruh sumber daya kebahasaan yang mereka miliki secara dinamis untuk membangun makna, membentuk identitas, dan menjalin hubungan sosial. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi praktik translanguaging dalam komunitas English Area yang berfungsi sebagai Community of Practice (CoP), dengan fokus pada peran praktik tersebut dalam memperkuat kohesi sosial serta proses negosiasi identitas antara anggota inti dan pihak luar komunitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus etnografis. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan telaah dokumen komunitas yang melibatkan berbagai aktor, mulai dari administrator inti, anggota aktif, anggota baru, mantan anggota, hingga pengamat eksternal. Analisis data dilakukan menggunakan Thematic Analysis untuk mengungkap pola penggunaan bahasa, norma kebahasaan yang berkembang, serta dinamika pembentukan identitas sosial di dalam komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa English Area berperan sebagai komunitas praktik yang mendukung proses pembelajaran bahasa Inggris secara kolaboratif dan berkelanjutan. Praktik translanguaging tidak hanya berfungsi sebagai strategi pedagogis untuk memfasilitasi pemahaman materi, tetapi juga sebagai strategi afektif yang berkontribusi pada penurunan kecemasan berbahasa serta peningkatan keterlibatan anggota. Penggunaan bahasa di dalam komunitas bersifat fleksibel dan situasional, di mana bahasa Inggris diterapkan sesuai tujuan kegiatan dan tingkat kesiapan peserta. Meskipun kemampuan berbahasa Inggris menjadi simbol keanggotaan, penerapan fleksibilitas bahasa justru memperkuat rasa kebersamaan dan mengurangi potensi eksklusi sosial. Studi ini menegaskan bahwa translanguaging berperan penting dalam pembelajaran bahasa, pembentukan identitas, dan keberlanjutan komunitas praktik, serta berimplikasi pada pengembangan praktik pembelajaran bahasa Inggris yang lebih inklusif dan kontekstual.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka ELOQUENCE : Journal of Foreign LanguageArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
