Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

Strategi Tuturan Presiden Macron dalam Konferensi Choose Europe for Science: Analisis Pragmatik: Tindakan dan Fungsi Lokutif dalam Pidato Presiden Macron pada KTT “Choose Europe for Science”: Kerangka Kerja Searle–Leech

llocutionary Acts and Functions in President Macron’s Speech at the “Choose Europe for Science” Summit: A Searle–Leech Framework: Tindakan dan Fungsi Lokutif dalam Pidato Presiden Macron pada KTT “Choose Europe for Science”: Kerangka Kerja Searle–Leech

Ghivari, Raditya WilmarMutiarsih, YuliartiKarimah, Iim Siti
ELOQUENCE : Journal of Foreign Language (Sinta 3)Vol. 0 No. 03 April 2026
DOI10.58194/eloquence.v5i1.3242

Abstrak

Latar Belakang: Penelitian ini berawal dari kebutuhan untuk memahami bagaimana Presiden Emmanuel Macron menggunakan strategi kebahasaan dalam pidatonya pada “Choose Europe for Science” untuk membangun legitimasi ilmiah, kebebasan akademik, dan kolaborasi lintas negara dalam konteks diplomasi sains Eropa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kategori serta fungsi tindak tutur ilokusi yang digunakan Macron dalam pidatonya tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan data berupa 189 tuturan yang diambil dari pidato Macron pada “Choose Europe for Science” Summit. Analisis data dilakukan berdasarkan kategori tindak tutur ilokusi Searle (1979) dan fungsi ilokusi Leech (1983). Teknik analisis melibatkan identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi tindak tutur, yang kemudian dihubungkan dengan konteks politik dan ilmiah pidato. Prosedur analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur representatif merupakan kategori yang paling dominan (57,14%), diikuti oleh direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif, mengindikasikan upaya Macron membangun legitimasi ilmiah melalui klaim faktual sekaligus mendorong tindakan kolektif. Fungsi kolaboratif muncul sebagai yang paling menonjol (77,25%), diikuti konvivial, kompetitif, dan konfliktif, yang menunjukkan bahwa pidato tersebut dirancang untuk menginformasikan, membujuk, menjaga keharmonisan sosial, dan mengkritik kebijakan penghambat kemajuan sains. Temuan ini menutup celah penelitian terdahulu dengan menawarkan perspektif baru mengenai penggunaan strategi pragmatik Macron dalam forum ilmiah yang belum pernah dianalisis sebelumnya. Hasil ini juga memperlihatkan bagaimana pidato politik dalam ranah ilmiah memadukan argumentasi rasional dan strategi pragmatik untuk membentuk persepsi audiens. Kesimpulan dan Implikasi: Penelitian ini menyimpulkan bahwa pidato Macron mengandalkan penggunaan strategis tindak tutur ilokusi untuk memperkuat posisi Eropa dalam bidang sains melalui legitimasi ilmiah dan persuasi politik. Temuan ini berimplikasi pada perlunya penelitian lanjutan dengan pendekatan multimodal atau korpus guna memahami lebih dalam dinamika ideologis dan perkembangan pragmatik komunikasi politik di era diplomasi sains pascapandemi.

Kata Kunci

PragmaticsSpeech ActIllocutionary ActsIllocutionary FunctionsPresident MacronPragmatikTindak TuturTindak Tutur IlokusiFungsi IlokusiPresiden Macron

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka ELOQUENCE : Journal of Foreign Language

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

Strategi Tuturan Presiden Macron dalam Konferensi Choose Europe for Science: Analisis Pragmatik: Tindakan dan Fungsi Lokutif dalam Pidato Presiden Macron pada KTT “Choose Europe for Science”: Kerangka Kerja Searle–Leech | ELOQUENCE : Journal of Foreign Language | Publiora