Strategi Digitalisasi Manajemen Resiliensi dalam Mendukung Hilirisasi Modul Bahasa Arab 5.0 Yang Berkelanjutan: Strategi Digitalisasi Berbasis Ketahanan untuk Penyebaran Modul Bahasa Arab yang Berkelanjutan
Resilience-Based Digitalization Strategy for Sustainable Arabic Module Downstreaming: Strategi Digitalisasi Berbasis Ketahanan untuk Penyebaran Modul Bahasa Arab yang Berkelanjutan
Abstrak
Latar Belakang: Era Society 5.0 menuntut lembaga pendidikan Islam, termasuk pondok pesantren, untuk bertransformasi secara digital tanpa kehilangan identitas dan tradisi keilmuannya. Dalam konteks pembelajaran Bahasa Arab, diperlukan strategi manajerial yang mampu mengintegrasikan digitalisasi, manajemen resiliensi, dan hilirisasi modul agar inovasi pembelajaran tidak berhenti pada prototipe, tetapi berlanjut menjadi praktik yang adaptif dan berkelanjutan di lingkungan pesantren. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk manajemen resiliensi di Pondok Pesantren Al-Khairaat Kota Gorontalo, menganalisis strategi digitalisasi yang dikembangkan dalam mendukung hilirisasi Modul Bahasa Arab 5.0 dan menjelaskan faktor pendukung dan penghambat keberlanjutan hilirisasi modul Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi dengan melibatkan pimpinan pesantren, guru Bahasa Arab, pengelola teknologi informasi, dan santri sebagai informan kunci. Analisis data dilakukan secara tematik melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber, metode, dan waktu, serta diperkuat dengan member check. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen resiliensi pesantren berakar pada nilai-nilai tradisional yang dipadukan dengan visi modernisasi lembaga. Strategi digitalisasi diterapkan secara bertahap melalui pemanfaatan aplikasi komunikasi, pencatatan akademik digital, serta pengembangan dan penggunaan Modul Bahasa Arab 5.0 dalam format cetak dan digital. Hilirisasi modul berlangsung melalui adaptasi konten, digitalisasi kemasan, dan integrasi ke dalam kurikulum resmi, dengan peran sentral pimpinan, guru, dan pengelola TI, meskipun masih dihadapkan pada keterbatasan infrastruktur dan disparitas akses perangkat. Kesimpulan dan Implikasi: Penelitian menyimpulkan bahwa strategi digitalisasi manajemen resiliensi di Pondok Pesantren Al-Khairaat mendukung hilirisasi Modul Bahasa Arab 5.0 yang berkelanjutan. Implikasi praktisnya, pesantren perlu memperkuat kebijakan tertulis, menyusun program pelatihan berkelanjutan bagi guru, dan meningkatkan ekosistem digital.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka ELOQUENCE : Journal of Foreign LanguageArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
