From Local Wisdom to Classroom Practice: The Transformation of Gorontalo Oral Literature in Language Teaching Management at Madrasah was carried out.: Dari Kebijaksanaan Lokal ke Praktik di Kelas: Transformasi Sastra Lisan Gorontalo dalam Pengelolaan Pengajaran Bahasa di Madrasah telah dilaksanakan.
Abstrak
Latar Belakang: Pendidikan Islam di madrasah sering kali terpisah dari konteks budaya lokal, sehingga nilai-nilai keislaman kurang relevan secara emosional dan kultural bagi siswa. Di Gorontalo, sastra lisan seperti tuja’i, taleningo, dan tinilo mengandung nilai Islam yang selaras dengan prinsip rahmatan lil-‘alamin, namun pemanfaatannya dalam manajemen pembelajaran bahasa masih sporadis dan tidak sistematis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi bentuk sastra lisan Gorontalo yang relevan dalam pembelajaran bahasa di madrasah, (2) menganalisis strategi transformasinya ke dalam praktik kelas, dan (3) merumuskan model manajemen pembelajaran bahasa berbasis kearifan lokal. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif-deskriptif dengan desain studi kasus multilokasi di tiga kabupaten di Gorontalo. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap 12 guru, 6 kepala madrasah, 8 tokoh adat, dan 24 siswa. Analisis data mengikuti model Miles, Huberman, dan Saldaña (2020) dengan prinsip grounded theory. Hasil dan Pembahasan: Temuan menunjukkan bahwa tuja’i, taleningo, dan tinilo paling potensial sebagai materi otentik karena mengandung nilai tauhid, akhlak, dan tanggung jawab sosial. Strategi efektif meliputi performative learning (deklamasi, dialog berbasis tanggomo, proyek kolaboratif) yang meningkatkan kelancaran berbicara, kesantunan berbahasa, dan kebanggaan budaya (83% siswa). Namun, hambatan utama bersifat manajerial: minimnya pelatihan guru (100% responden), ketiadaan modul tertulis, dominasi kurikulum nasional, dan lemahnya dokumentasi digital. Integrasi sastra lisan memperluas teori Communicative Language Teaching dan Funds of Knowledge ke dalam konteks pendidikan Islam lokal. Kesimpulan dan Implikasi: Sastra lisan Gorontalo merupakan sumber daya pedagogis strategis yang memperkuat kompetensi linguistik, karakter Islami, dan identitas budaya. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pelatihan guru, penyusunan modul berbasis sastra lisan, serta kebijakan otonomi kurikulum lokal melalui kemitraan madrasah–lembaga adat untuk revitalisasi Bahasa Gorontalo dan pendidikan Islam berkelanjutan.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka ELOQUENCE : Journal of Foreign LanguageArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
