Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

Responsive Management of Islamic Education to Local Linguistics: Challenges and Innovations in School Management Practices (Case Study in Gorontalo Regency)

Toino, ElmaPateda, LamsikeHula, Ibnu Rawandhy N.Mariana, AnaPakaya, Nurul Aini N.
ELOQUENCE : Journal of Foreign Language (Sinta 3)Vol. 0 No. 015 Desember 2023
DOI10.58194/eloquence.v2i3.3057

Abstrak

Latar Belakang: Pendidikan Islam di Kabupaten Gorontalo berada dalam konteks multilingual yang kaya, namun belum sepenuhnya responsif terhadap linguistik lokal, khususnya Bahasa Gorontalo. Meski bahasa daerah memiliki potensi besar dalam memperkuat pemahaman nilai-nilai Islam dan keterlibatan siswa, integrasinya dalam manajemen sekolah masih terhambat oleh minimnya regulasi, stigma akademik, serta keterbatasan sumber daya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengkaji sejauh mana manajemen pendidikan Islam merespons linguistik lokal dan merumuskan model manajemen yang integratif antara nilai Islam dan konteks bahasa daerah. Metode: Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan desain konstruktif, penelitian dilakukan di Kabupaten Gorontalo melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Data dikumpulkan dari 20 informan, termasuk kepala madrasah, guru, pejabat Kemenag, dan tokoh adat. Hasil dan Pembahasan: Temuan menunjukkan bahwa 92% responden menyadari pentingnya Bahasa Gorontalo, namun hanya 46% lembaga yang mengimplementasikannya dalam kebijakan, dan hanya 27% guru yang pernah mengikuti pelatihan terkait. Bahasa lokal efektif digunakan dalam pembelajaran akhlak (76%) dan komunikasi keagamaan (82%), tetapi terkendala oleh ketiadaan regulasi formal, stigma terhadap bahasa daerah di ruang akademik, serta minimnya bahan ajar dwibahasa. Dukungan tokoh adat dan agama menjadi faktor penguat legitimasi kultural. Penerapan bahasa lokal terbukti meningkatkan partisipasi siswa, pemahaman nilai Islam, dan perilaku religius secara signifikan. Kesimpulan dan Implikasi: Berdasarkan sintesis temuan dan teori Funds of Knowledge, sosiolinguistik, Contextual Teaching and Learning, serta pemikiran Fazlur Rahman, dirumuskan model “Manajemen Pendidikan Islam Responsif Linguistik Lokal” yang mencakup empat pilar: kebijakan kelembagaan, manajemen pembelajaran kontekstual, penguatan SDM berbasis pedagogi budaya, dan kolaborasi sosial-religius. Model ini menjembatani universalitas Islam dengan kekhasan lokal, sekaligus mendukung pelestarian bahasa daerah dan penguatan identitas keislaman kontekstual. Implikasinya, pendidikan Islam perlu mengadopsi pendekatan manajerial yang inklusif dan berbasis konteks lokal.

Kata Kunci

Islamic EducationLocal LinguisticsContextual ManagementGorontaloLanguage CulturePendidikan IslamLinguistik LokalManajemen KontekstualGorontaloBudaya Bahasa

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka ELOQUENCE : Journal of Foreign Language

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

Responsive Management of Islamic Education to Local Linguistics: Challenges and Innovations in School Management Practices (Case Study in Gorontalo Regency) | ELOQUENCE : Journal of Foreign Language | Publiora