Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

Persepsi Mahasiswa terhadap Lahjah Arab Penutur Non-Native: Analisis Sosiolinguistik: Persepsi Dialek Arab Non-Asli di Kalangan Mahasiswa Indonesia: Sebuah Studi Sosio-Linguistik

Perceptions of Non-Native Arabic Dialects Among Indonesian Students: A Sociolinguistic: Persepsi Dialek Arab Non-Asli di Kalangan Mahasiswa Indonesia: Sebuah Studi Sosio-Linguistik

Fatia RahmanitaMaryam Nur AnnisaHolisSyaiful Mustofa
ELOQUENCE : Journal of Foreign Language (Sinta 3)Vol. 0 No. 05 Desember 2025
DOI10.58194/eloquence.v4i3.3029

Abstrak

Latar Belakang: Bahasa Arab merupakan bahasa internasional yang kaya variasi dialek (Lahjah), baik di kalangan penutur asli maupun non-native. Dalam konteks pembelajaran di perguruan tinggi Indonesia, mahasiswa dari berbagai daerah membawa aksen dan latar budaya berbeda yang memengaruhi cara mereka berbahasa Arab. Hal ini menimbulkan beragam persepsi mengenai keaslian, kefasihan, dan kenyamanan dalam interaksi akademik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa terhadap penggunaan Dialect Arab non-native, dengan fokus pada aspek variasi bahasa, interaksi sosial, identitas budaya, serta peran norma sosial dalam pembelajaran. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah mahasiswa pascasarjana Pendidikan Bahasa Arab kelas G di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang berasal dari beragam daerah. Data diperoleh melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan teknik thematic analysis yang meliputi tahap pemahaman data, pengkodean awal, pembentukan tema, dan penarikan kesimpulan. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menilai Dialect non-native sebagai fenomena wajar yang mencerminkan keragaman budaya, meskipun sebagian merasa kesulitan dalam memahami perbedaan pengucapan. Interaksi sosial antarpenutur memperkaya pengalaman belajar, meningkatkan keterampilan komunikasi, dan menumbuhkan toleransi linguistik, meski juga menimbulkan tantangan berupa hambatan komunikasi. Identitas budaya mahasiswa tampak jelas dalam cara mereka mengucapkan bahasa Arab, sementara norma sosial akademik mendorong penggunaan bahasa Arab fushah dalam situasi formal. Secara keseluruhan, persepsi mahasiswa bervariasi antara sikap positif sebagai peluang pembelajaran dan sikap negatif sebagai hambatan komunikasi. Kesimpulan dan Implikasi: Penelitian ini menyimpulkan bahwa variasi Dialect non-native bukanlah kelemahan, melainkan potensi pedagogis yang dapat memperkaya pembelajaran bahasa Arab. Implikasinya, pengajar perlu mengintegrasikan aspek sosiolinguistik dalam kurikulum untuk menumbuhkan kesadaran budaya, keterampilan komunikasi lintas dialek, dan sikap toleransi bahasa. Temuan ini penting untuk pengembangan strategi pembelajaran bahasa Arab yang lebih inklusif, adaptif, dan sesuai dengan realitas multikultural mahasiswa.

Kata Kunci

Arabic DialectSociolinguisticsStudent PerceptionCultural IdentitySocial NormsDialek ArabSosiolinguistikPersepsi MahasiswaIdentitas BudayaNorma Sosial

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka ELOQUENCE : Journal of Foreign Language

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

Persepsi Mahasiswa terhadap Lahjah Arab Penutur Non-Native: Analisis Sosiolinguistik: Persepsi Dialek Arab Non-Asli di Kalangan Mahasiswa Indonesia: Sebuah Studi Sosio-Linguistik | ELOQUENCE : Journal of Foreign Language | Publiora