HUBUNGAN ANTARA FREKUENSI KUNJUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN LANSIA DI PANTI WERDA
Abstrak
Peningkatan populasi lansia di Indonesia sejalan dengan peningkatan kerentanan lansia terhadap kecemasan. Hal ini dikarenakan berbagai perubahan baik dari segi fisik maupun psikososial. Pada lansia yang bertempat tinggal di panti werda faktor dukungan keluarga juga turut berperan dalam kerentanan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara frekuensi kunjungan keluarga terhadap tingkat kecemasan lansia di panti werda. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang pada 97 orang lansia di tiga panti werda kawasan Jabodetabek yang berusia di atas 60 tahun. Lansia yang tidak mampu berbicara, tidak mampu mendengar, lansia yang mengalami imobilisasi total, serta lansia yang sedang mengalami proses duka dalam 6 bulan terakhir dieksklusikan dalam penelitian ini. Tingkat kecemasan lansia diukur dengan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) sedangkan frekuensi kunjungan keluarga didapatkan dari buku tamu panti serta wawancara pada lansia. Dilakukan uji data menggunakan uji statistic dan uji epidemiologis. Hasil penelitian menunjukkan p-value sebesar <0,001 yang menunjukkan hubungan bermakna antara frekuensi kunjungan keluarga terhadap tingkat kecemasan lansia. Lansia yang sering dikunjungi memiliki risiko 4,5 kali lebih besar (PRR 4,5) untuk diklasifikasikan dalam kategori tidak cemas – cemas ringan dibandingkan dengan cemas sedang - panik. Diharapkan hasil penelitian ini dapat meningkatkan dukungan keluarga terhadap lansia sehingga kualitas hidup lansia meningkat.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Ebers PapyrusArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
