EKSPLORASI KANDUNGAN FITOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BUNGA LAWANG (ILLICIUM VERUM)
Abstrak
Beberapa tumbuhan memiliki potensi efek antioksidan untuk mencegah terjadinya kerusakan yang disebabkan stres oksidatif. Antioksidan eksogen dapat diperoleh dari sumber alami, salah satunya tanaman herbal seperti bunga lawang (Illicium verum). Tanaman ini banyak tumbuh di pegunungan Maluku dan telah lama dipakai dalam pengobatan tradisional misalnya sebagai antiseptik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kandungan metabolit sekunder, aktivitas antioksidan, serta tingkat toksisitas bunga lawang. Ekstrak bunga diperoleh melalui metode maserasi dengan menggunakan pelarut metanol. Pengujian fitokimia dilakukan dengan pendekatan semikualitatif. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl), ABTS (2,2’-azinobis-(3-ethylbenzothiazoline)-6-sulfonic acid), dan FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power). Uji toksisitas dilakukan dengan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test). Pengujian fitokimia didapatkan hasil ekstrak bunga lawang mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, fenolik, saponin, kumarin, kuinon, antosianin, betasianin, glikosida, kardioglikosida, steroid, terpenoid, dan tanin. Pada pengujian kapasitas antioksidan ekstrak bunga lawang dengan metode DPPH didapatkan IC50 = 206,918 µg/mL, dengan metode ABTS didapatkan IC50 = 16,135 µg/mL, dengan metode FRAP didapatkan IC50 = 23,711 µg/mL. Penelitian ini menunjukkan potensi ekstrak bunga lawang sebagai antioksidan yang kuat.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Ebers PapyrusArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
