ANALISIS KEAUSAN JENIS-JENIS KAMPAS REM BELAKANG SEPEDA MOTOR DOUBLE DISC BRAKE
Abstrak
ABSTRACT Braking reliability in motorcycles is not only related to the ability to generate braking force but also to the ability of brake pads to maintain their thickness under repeated friction. Differences in material characteristics are examined in this study by comparing Original Equipment Manufacturer (OEM), Original Equipment Supplier (OES), and Aftermarket brake pads. Testing was conducted on a 2016 Honda Vario 150 motorcycle equipped with a hydraulic rear disc brake under operating conditions of 4,000 RPM, a braking pressure of 2.5 bar, and a duration of 30 minutes per cycle, with five repetitions. Changes in brake pad thickness were measured using a digital caliper and descriptively compared in terms of wear progression, final wear value, and wear percentage. The testing pattern revealed that all three types of brake pads experienced increased wear, although the intensity varied. At the end of the test, OEM brake pads exhibited 0.34 mm of wear with a wear percentage of 4.75%, while OES reached 1.01 mm and 12.29%; Aftermarket reached 1.05 mm and 11.73%. These differences place OEM brake pads as having the highest wear resistance under the applied testing conditions. The findings indicate that material characteristics play an important role in maintaining brake pad durability during repeated braking. ABSTRAK Keandalan pengereman pada sepeda motor tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan gaya pengereman, tetapi juga dengan kemampuan kampas rem mempertahankan ketebalannya selama menerima gesekan berulang. Perbedaan karakteristik material menjadi perhatian dalam penelitian ini melalui perbandingan kampas Original Equipment Manufacturer (OEM), Original Equipment Supplier (OES), dan Aftermarket. Pengujian dilakukan pada sepeda motor Honda Vario 150 tahun 2016 yang menggunakan rem cakram belakang hidrolik dengan kondisi operasi 4.000 RPM, tekanan pengereman 2,5 bar, dan durasi 30 menit untuk setiap siklus, dengan lima kali pengulangan. Perubahan ketebalan kampas diamati menggunakan jangka sorong digital, kemudian dibandingkan secara deskriptif melalui perkembangan keausan, nilai keausan akhir, dan persentase keausan. Pola pengujian memperlihatkan bahwa ketiga jenis kampas mengalami peningkatan keausan, tetapi intensitasnya tidak seragam. Pada akhir pengujian, OEM memiliki keausan 0,34 mm dengan persentase 4,75%, sedangkan OES mencapai 1,01 mm dan 12,29%; Aftermarket mencapai 1,05 mm dan 11,73%. Perbedaan tersebut menempatkan OEM sebagai kampas dengan ketahanan aus paling baik dalam kondisi pengujian yang diterapkan. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemilihan karakteristik material berperan dalam mempertahankan ketahanan kampas selama pengereman berulang.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka CENDEKIA: Jurnal Ilmu PengetahuanArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
