GAMBARAN POLA ASUH OLEH IBU TUNGGAL TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL-EMOSIONAL REMAJA DI DESA KESETNANA, KECAMATAN MOLLO SELATAN, KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN
Abstrak
Being a single mother entails an overwhelmingly heavy double burden, as she must concurrently act as the primary breadwinner and the sole caregiver without the presence of a partner. This study aims to gain an in-depth understanding of the implementation of single-mother parenting styles and its correlation with the socio-emotional development of adolescents in Kesetnana Village, South Mollo District, South Central Timor Regency. The method used in this research is qualitative with a phenomenological approach. The participants in this study consisted of 8 individuals: 4 single mothers as primary participants and 4 of their adolescent children as significant others, selected using a purposive sampling technique. Data collection was conducted through semi-structured interviews, and data analysis utilized thematic analysis based on the Braun & Clarke model. The results indicate that single mothers in Kesetnana Village implement flexible and situational parenting styles (alternating between authoritative, authoritarian, and permissive) as a response to physical exhaustion and limited supervision resulting from their workload. The impact of the absence of a father figure shapes differing behavioral responses based on gender: female adolescents tend to internalize their emotions and restrict personal desires, whereas male adolescents tend to externalize independence outside the home by taking over physical tasks and being protective of their mother's honor. Social stigma in the rural environment triggers self-esteem vulnerability, causing some adolescents to choose to socially withdraw to protect their psychological comfort. ABSTRAK Menjadi ibu tunggal (single mother) memikul beban ganda yang luar biasa berat karena harus berperan sebagai pencari nafkah utama sekaligus pengasuh tunggal tanpa kehadiran pasangan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mendalam mengenai penerapan pola asuh ibu tunggal serta kaitannya dengan perkembangan sosial-emosional remaja di Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 8 orang, yang terdiri dari 4 orang ibu tunggal sebagai partisipan utama dan 4 orang anak remaja mereka sebagai significant other yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semiterstruktur, dan analisis data menggunakan analisis tematik (thematic analysis) model Braun & Clarke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para ibu tunggal di Desa Kesetnana menerapkan gaya pengasuhan yang fleksibel dan situasional (berubah-ubah antara otoritatif, otoriter, dan permisif) sebagai respons terhadap kelelahan fisik dan keterbatasan pengawasan akibat beban kerja. Dampak ketiadaan figur ayah membentuk respons perilaku yang berbeda berdasarkan gender: remaja perempuan cenderung memendam emosi (internalizing) dan membatasi keinginan pribadi, sedangkan remaja laki-laki cenderung mengekspresikan kemandirian ke luar rumah (externalizing) dengan mengambil alih pekerjaan fisik serta protektif terhadap kehormatan ibunya. Stigma sosial di lingkungan pedesaan memicu kerentanan harga diri yang menyebabkan sebagian remaja memilih untuk menarik diri secara sosial demi melindungi kenyamanan psikologis mereka.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka CENDEKIA: Jurnal Ilmu PengetahuanArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
