Sarkasme dan Ketidaksantunan Verbal dalam Tren ‘Asbun’ Komentar Tiktok @Puttriipaddang
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi sarkasme dan bentuk ketidaksantunan verbal dalam tren “asbun” (asal bunyi) pada komentar TikTok, dengan fokus pada akun @puttriipaddang. Kajian ini dilatarbelakangi oleh fenomena meningkatnya penggunaan komentar sarkastik dan impulsif di ruang digital yang mengaburkan batas antara humor dan ujaran yang merugikan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan pragmatik dan sosiolinguistik. Data diperoleh melalui dokumentasi digital dan purposive sampling terhadap komentar-komentar yang viral dan mengandung unsur sarkasme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarkasme digunakan sebagai strategi komunikasi untuk menyindir, mempermalukan, atau menunjukkan superioritas sosial. Selain itu, bentuk-bentuk ketidaksantunan verbal dalam komentar asbun cenderung menyerang face pengguna lain dan mencerminkan pergeseran nilai dalam komunikasi digital. Fenomena ini memperlihatkan bahwa komentar di media sosial tidak lagi sekadar sarana ekspresi, melainkan juga ajang negosiasi identitas dan kekuasaan. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya literasi pragmatik dalam penggunaan bahasa di ruang publik daring guna mencegah kekerasan verbal terselubung yang semakin dilazimkan.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan HumanioraArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
