PERBEDAAN KADAR IMMUNOGLOBULIN A DAN WAKTU TRANSPOR MUKOSILIAR HIDUNG PEKERJA INDUSTRI TEKSTIL AREA DYEING DAN NON-DYEING
Abstrak
ABSTRAK Di Indonesia, penyakit sistem respirasi adalah kasus terbanyak penyakit akibat kerja , yang khususnya diakibatkan papar an volatile organic compound (VOC) selama bekerja di pabrik tekstil. Pengaruh paparan VOC terhadap kadar i mmunoglobulin A (IgA) dan waktu transpor mukosiliar hidung ( TMSH ) belum diketahui. Studi ini bertujuan m engetahui perbedaan kadar IgA dan waktu TMSH pekerja pabrik tekstil di area dyeing (pencelupan warna) dan non-dyeing . Studi observasional analitik dengan metode cross sectional di PT Apac Inti Corpora Bawen Semarang, melibatkan masing-masing 11 pekerja laki-laki di area dyeing dan non-dyeing yang telah bekerja lebih 5 tahun. Pengukuran kadar Ig A dengan ELISA dari sampel nasal wash , dan w aktu TMSH diukur dengan menggunakan uji sakarin. Normalitas data diuji dengan Saphiro-Wilk. Data dianalisis dengan uji Mann-Whitney. Rata-rata kadar IgA di area dyeing dan non-dyeing adalah 59 , 58±0 , 91 dan 58 , 87±0 , 57, atau tidak berbeda bermakna ( P =0 , 557). Rata-rata waktu TMSH di area dyeing dan non-dyeing adalah 1141 , 45±368 , 08 dan 1004 , 64±717 , 28 detik , juga tidak berbeda bermakna ( P =0.148). Studi ini menyimpulkan bahwa kadar IgA dan waktu TMSH pada pekerja pabrik tekstil di area dyeing dan nondyeing tidak berbeda . Kata Kunci : Pekerja Pabrik Tekstil, Kadar Iga, Waktu TMSH A BSTRACT In Indonesia, respiratory system diseases are the most common occupational diseases, which are mainly caused by exposure to volatile organic compounds (VOCs) while working in textile factories. The effect of VOC exposure on immunoglobulin A and N asal Mucociliary Clearance Times (NMCT) is unknown. The purpose of this study was k nowing the difference in Ig A levels and NMCT in the dyeing and non-dyeing areas of textile factory workers. This is an observational study with cross sectional design , conducted at PT. Apac Inti Corpora, Bawen, Semarang. Each 11 workers in dyeing and n on-dyeing area s were measured their NMCT using saccharin test , as well as IgA by ELISA method of their nasal wash . Normality of the data was tested by the Shapiro-Wilk. Data were analyzed with the Mann-Whitney test. The mean IgA level on dyeing and non-dyeing workers were 59.58±0.91 dan 58.87±0.57, whereas there no significant difference ( P =0.557). The mean NMCT on dyeing and non-dyeing workers were 1141.45±368.08 and 1004.64±717.28, whereas there no significant difference ( P =0.148). It would be concluded that t here was no difference of IgA level and NMCT on dyeing and non-dyeing workers. Keyword s : T extile Workers, Iga Level, NMCT
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka BiomedikaArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
