Hubungan antara Status Gizi, Pola Makan, dan Kecukupan Kalori terhadap Kelelahan Kerja Pengrajin Gerabah Perempuan di Desa Karanganyar, Borobudur, Magelang: Hubungan antara Status Gizi, Pola Makan, dan Kecukupan Kalori terhadap Kelelahan Kerja Pengrajin Gerabah Perempuan di Desa Karanganyar, Borobudur, Magelang
Relationship between Nutritional Status, Diet, and Calorie Adequacy on Work Fatigue of Female Pottery Crafters in Karanganyar Village, Borobudur, Magelang: Hubungan antara Status Gizi, Pola Makan, dan Kecukupan Kalori terhadap Kelelahan Kerja Pengrajin Gerabah Perempuan di Desa Karanganyar, Borobudur, Magelang
Abstrak
Latar Belakang: Kelelahan Kerja merupakan kondisi umum yang sering dialami oleh pekerja yang ditandai dengan menurunnya performa kerja. Kelelahan kerja dapat disebabkan oleh buruknya, status gizi, pola makan dan asupan kalori yang diterima oleh pekerja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi, pola makan dan asupan kalori dengan kelelahan kerja yang dialami pengrajin gerabah perempuan di Desa Karanganyar, Jawa Tengah. Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Populasi penelitian adalah 70 orang pengrajin gerabah perempuan di Desa Karanganyar, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 43 orang ditentukan menggunakan simple random sampling. Variabel yang diteliti adalah status gizi, pola makan, kecukupan kalori dan kelelahan kerja fisik. Instrumen yang digunakan adalah timbangan badan dan staturemeter, Food Frequency Questionnaire, formulir food recall 24-jam dan reaction timer. Teknik analisis data menggunakan SPSS dengan uji Chi -square dan regresi logistik. Hasil: 51.16% pengrajin gerabah memiliki status gizi normal. 65.12% pengrajin gerabah memiliki pola makan baik meskipun 69.77% kecukupan kalori pengrajin gerabah tidak terpenuhi. 34,88% pengrajin garabah mengalami kelelahan kerja fisik dengan kategori sedang dan 4,65 % mengalami kelelahan kerja fisik kategori berat. Berdasarkan hasil analisa bivariat, terdapat hubungan antara pola makan (p= 0,010), kecukupan kalori (p=0,044) dengan kelelahan kerja fisik. Tidak ada hubungan antara status gizi (p= 0,098) dengan kelelahan kerja fisik. Kesimpulan: Kelelahan kerja yang dialami oleh pengrajin gerabah perempuan di Desa Karanganyar disebabkan oleh pola makan dan defisit kecukupan kalori.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Amerta NutritionArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
