Hubungan Pola Konsumsi Makanan Cepat Saji dan Frekuensi Pemesanan Makanan Online dengan Obesitas Sentral pada Siswa SMA di Yogyakarta: The Relationship between the Pattern of Fast Food Consumption and the Frequency of Online Food Ordering with Central Obesity in High School Students in Yogyakarta
The Relationship between the Pattern of Fast Food Consumption and the Frequency of Online Food Ordering with Central Obesity in High School Students in Yogyakarta: Hubungan Pola Konsumsi Makanan Cepat Saji dan Frekuensi Pemesanan Makanan Online dengan Obesitas Sentral pada Siswa SMA di Yogyakarta
Abstrak
Latar Belakang: Remaja berisiko mengalami masalah kesehatan, salah satunya obesitas sentral. Faktor yang dapat mempengaruhi obesitas sentral adalah konsumsi makanan cepat saji. Akses makanan cepat saji mudah melalui online food delivery selama masa pandemi COVID-19. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara frekuensi konsumsi makanan cepat saji dan frekuensi pemesanan makanan online dengan obesitas sentral pada siswa SMA di Kota Yogyakarta. Metode: Besar sampel penelitian sejumlah 219 orang dari 8 Sekolah Menegah Atas. Teknik sampling menggunakan multistage sampling. Pengumpulan data karaktersitik sampel, frekuensi makanan cepat saji dan pemesanan makanan online menggunakan Google Form, lingkar perut diukur secara langsung menggunakan metline. Analisis data menggunakan uji Chi Square dan Fisher Exact. Hasil: Sebagian besar sampel adalah perempuan (60,3%), berusia <17 tahun (64,4%), pendapatan <Rp 1.000.000 (90,9%), aktivitas fisik <30 menit/hari (79,9%). Frekuensi konsumsi makanan cepat saji sering (≥3 kali/minggu) (81,3%) dan frekuensi pemesanan makanan online jarang (<3 kali/minggu) (71,7%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara frekuensi konsumsi makanan cepat saji dan pemesanan makanan online dengan obesitas sentral (p>0,05) dan ada hubungan antara asupan energi makanan cepat saji dengan obesitas sentral (p<0,05). Analisis multivariat menunjukkan ada hubungan antara asupan energi makanan cepat saji dengan obesitas sentral (p<0,05). Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara frekuensi konsumsi makanan cepat saji dan pemesanan makanan online dengan obesitas sentral pada remaja SMA di Kota Yogyakarta.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Amerta NutritionArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
