Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

Efektivitas WFH (Work from Home) saat Pandemi Covid-19 sebagai penunjang pemberian praktek ASI eksklusif secara direct breast feeding (DBF) pada ibu bekerja: Efektivitas WFH (Work From Home) saat Pandemi Covid-19 sebagai Penunjang Pemberian Praktek ASI Eksklusif secara Direct Breast Feeding (DBF) pada Ibu Bekerja

The Effectiveness of WFH (Work From Home) during the Covid-19 Pandemic to Support the Provision of Exclusive Breastfeeding Practices with Direct Breastfeeding (DBF) for Working Moms: Efektivitas WFH (Work From Home) saat Pandemi Covid-19 sebagai Penunjang Pemberian Praktek ASI Eksklusif secara Direct Breast Feeding (DBF) pada Ibu Bekerja

Stefani, Megah
Amerta Nutrition (Sinta 1)Vol. 0 No. 023 Desember 2022
DOI10.20473/amnt.v6i1SP.2022.64-70

Abstrak

Latar Belakang: Pola kerja yang terjadi saat pandemi yaitu bekerja dari rumah (Work from Home). Banyak ibu bekerja yang merasakan dampak positif WFH terutama ibu menyusui. Sebelum pandemi, ibu menyusui yang bekerja secara normatif mempunyai hak cuti selama tiga bulan. Aturan tersebut sering menjadi penghambat para ibu menyusui yang bekerja untuk melakukan praktek pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan secara Direct Breast-Feeding (DBF). Tujuan: Penelitian ini memiliki tujuan (1) mengetahui pelaksanaan pemberian praktek ASI eksklusif pada ibu bekerja selama WFH, (2) mengetahui peluang pemberian praktek ASI eksklusif secara DBF pada ibu bekerja selama WFH, (3) menganalisis efektivitas WFH terhadap pelaksanaan pemberian praktek ASI eksklusif secara DBF pada ibu bekerja.Metode: Desain penelitian ini adalah retrospective case-control. Kategori subjek dibagi menjadi dua perlakuan yaitu ibu full WFH dan ibu partial WFH. Ibu full WFH berarti durasi 7 hari/minggu selama 6 bulan masa pandemi full bekerja di rumah, sedangkan ibu partial WFH berarti durasi 2-3 hari/minggu selama 6 bulan masa pandemi kombinasi bekerja di rumah dan luar rumah dengan meninggalkan bayi. Periode WFH yaitu masa pandemi terpilih saat berlangsungnya PSBB dan/atau PPKM level 3-4 atau bulan April 2020 – Oktober 2021. Kelompok perlakuan subjek dibagi berdasarkan metode menyusui yaitu direct-breastfeeding (DBF) dan mixed feeding (MF). Wilayah penelitian yaitu Indonesia dan pelaksanaan penelitian berbasis temu online. Pengumpulan data primer dilakukan pada bulan Mei- Juli 2022. Subjek penelitian ini sebanyak 27 ibu bekerja, ditentukan secara purposive. Hasil: : Seluruh subjek yaitu 27 ibu bekerja melaksanakan pemberian praktek ASI eksklusif kepada bayi selama bekerja secara WFH di masa Pandemi Covid-19. Sebanyak 7 ibu partial WFH memilih memberikan ASI eksklusif pada bayi secara DBF sebanyak 42.90% dan 57,10% secara MF. Sedangkan, 20 ibu full WFH memilih memberikan ASI Eksklusif pada bayi secara DBF sebanyak 65.00% dan 35.00% secara MF. Uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang tidak signifikan antara perlakuan WFH dengan metode menyusui (p = 0.305). Berdasarkan nilai r = 0.197 berarti terdapat hubungan yang lemah antara perlakuan WFH dengan metode menyusui. Uji beda antara metode menyusui DBF periode ASI eksklusif dengan perlakuan WFH menunjukkan perbedaan signifikan (p=0,000) antara perlakuan partial WFH terhadap pemilihan metode menyusui ASI eksklusif secara DBF pada bayi. Sebaliknya, tidak terdapat perbedaan signifikan (p=0,083) antara perlakuan full WFH terhadap pemilihan metode menyusui ASI eksklusif secara DBF pada bayi. Uji beda antara perlakuan partial WFH dengan metode menyusui DBF periode ASI Eksklusif menunjukkan perbedaan signifikan (p=0,030). Uji beda antara perlakuan full WFH dengan dengan metode menyusui DBF periode ASI Eksklusif menunjukkan perbedaan signifikan (p=0,005). Sejalan dengan hal tersebut, metode mixed feeding juga menunjukkan terdapat perbedaaan (p=0,000) pada ibu bekerja secara full WFH.Kesimpulan: Seluruh subjek yaitu ibu bekerja secara WFH melaksanakan praktek pemberian ASI eksklusif kepada bayi di masa Pandemi Covid-19. Tidak terdapat perbedaan signifikan antara perlakuan full WFH terhadap pemilihan metode menyusui ASI eksklusif secara DBF pada bayi. Terdapat pengaruh antara pola kerja secara WFH yang dibagi menjadi dua perlakuan yaitu partial WFH dan full WFH terhadap pemilihan metode menyusui bayi secara DBF. Perlakuan full WFH mempengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif metode DBF. Oleh sebab itu, pola kerja full WFH saat pandemi Covid-19 pada ibu menyusui terbukti efektif untuk terlaksananya praktek pemberian ASI eksklusif metode DBF.

Kata Kunci

ASI eksklusifExclusive breastfeedingDirect Breast Feeding (DBF)Breastfeeding mothersWork from Home (WFH)

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Amerta Nutrition

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

Efektivitas WFH (Work from Home) saat Pandemi Covid-19 sebagai penunjang pemberian praktek ASI eksklusif secara direct breast feeding (DBF) pada ibu bekerja: Efektivitas WFH (Work From Home) saat Pandemi Covid-19 sebagai Penunjang Pemberian Praktek ASI Eksklusif secara Direct Breast Feeding (DBF) pada Ibu Bekerja | Amerta Nutrition | Publiora