Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

Faktor Determinan Panjang Badan Bayi Lahir Pendek sebagai Faktor Risiko Stunting di Jawa Barat: Determinant Factors of Short Birth Length Baby as a Risk Factor of Stunting in West Java

Determinant Factors of Short Birth Length Baby as a Risk Factor of Stunting in West Java: Faktor Determinan Panjang Badan Bayi Lahir Pendek sebagai Faktor Risiko Stunting di Jawa Barat

Judiono, JudionoPriawantiputri, WitriIndraswari, NoormarinaWidawati, MutiaraIpa, MaraMegawati, GinnaPrasetyowati, HeniMarhaeni, Dewi
Amerta Nutrition (Sinta 1)Vol. 0 No. 09 Juni 2023
DOI10.20473/amnt.v7i2.2023.240-247

Abstrak

Latar Belakang: Bayi lahir dengan panjang badan pendek merupakan salah satu prediktor penyebab stunting. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji determinan faktor panjang badan lahir yang merupakan faktor risiko stunting di kemudian hari. Metode: Desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang menggunakan data sekunder Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021. Populasi adalah semua rumah tangga biasa yang mewakili 33 provinsi. Sampel adalah bayi terdata pada studi SSGI 2021 di blok sensus Jawa Barat  sebanyak 7.112 bayi.  Data dikumpulkan adalah panjang badan bayi, berbagai faktor saat Ibu hamil bayi tersebut seperti usia Ibu, tempat tinggal, tingkat pendidikan Ibu, pekerjaan, kepemilikan JKN/Jamkesda, pernah mendapatkan tablet tambah darah, tempat melahirkan, penolong persalinan, kepemilikan kartu keluarga sejahtera, sosial ekonomi, dan jumlah anggota keluarga. Data dianalisis secara bivariat dan multivariat. Variabel yang memenuhi syarat dianalisis dengan  uji regresi logistik berganda dengan ingkat kemaknaan p<0,05.  Hasil: Hasil analisis multivariat menunjukkan faktor mempengaruhi panjang badan anak saat lahir adalah kepemilikan jaminan kesehatan (JKN) dan penerimaan tablet tambah darah. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan Ibu yang tidak memiliki jaminan kesehatan (JKN) beresiko untuk melahirkan bayi panjang badan pendek sebesar 4,526 kali.  Ibu yang pernah menerima tablet tambah darah 0,196 kali lebih kecil kemungkinannya untuk memiliki bayi panjang badan pendek dibandingkan dengan Ibu yang tidak pernah menerima tablet tambah darah. Kesimpulan: Faktor yang mempengaruhi panjang badan lahir pendek adalah kepemilikan JKN/Jamkesmas dan penerimaan tablet tambah darah. Direkomendasikan perlu dilanjutkan intervensi gizi spesifik melalui pemberian tablet tambah darah dan juga intervensi gizi sensitif melalui program jaminan kesehatan dalam mencegah bayi lahir pendek.

Kata Kunci

Panjang badan bayi lahir pendekJKNTablet tambah darahFaktor resikoBody lengthShort birth babiesDeterminants of factorsFe supplementation

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Amerta Nutrition

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

Faktor Determinan Panjang Badan Bayi Lahir Pendek sebagai Faktor Risiko Stunting di Jawa Barat: Determinant Factors of Short Birth Length Baby as a Risk Factor of Stunting in West Java | Amerta Nutrition | Publiora