Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

Makanan Ultra-Proses Berperan sebagai Mediator Hubungan Ketahanan Pangan dengan Status Kelebihan Gizi atau Obesitas pada Dewasa: Literature Review: Ultra-Processed Food can be a Mediator between Food Security Status and Overweight or Obesity among Adults: A Literature Review

Ultra-Processed Food can be a Mediator between Food Security Status and Overweight or Obesity among Adults: A Literature Review: Makanan Ultra-Proses Berperan sebagai Mediator Hubungan Ketahanan Pangan dengan Status Kelebihan Gizi atau Obesitas pada Dewasa: Literature Review

Faza, FarahBafani, Unun Fitry FebriaFikha, Idri Iqra
Amerta Nutrition (Sinta 1)Vol. 0 No. 03 Maret 2023
DOI10.20473/amnt.v7i1.2023.161-174

Abstrak

Latar Belakang: Konsumsi makanan ultra-proses berkontribusi terhadap 20-85% energi harian. Tingkat konsumsi makanan tersebut dapat dipicu karena faktor ketahanan pangan. Berbagai studi menunjukkan makanan ultra-proses berdampak pada kelebihan berat badan dan obesitas. Tujuan: Meninjau berbagai Pustaka ilmiah mengenai ketahanan pangan, konsumsi makanan ultra-proses, dan obesitas, serta melihat potensi asosiasi diantara ketiga variable tersebut. Metode: Tinjauan Pustaka dari berbagai artikel ilmiah mengenai tinjauan ketahanan pangan, konsumsi makanan ultra-proses, dan obesitas, yang dipilih secara sistematis menggunakan diagram alir PRISMA. Artikel ilmiah dikumpulkan menggunakan mesin pencari PubMed, ScienceDirect, dan Scopus dari Desember 2021 hingga Februari 2022. Risiko bias dari setiap artikel terpilih dinilai menggunakan ceklis dari The Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal. Peer review dan diskusi kelompok dilakukan untuk melihat kualitas artikel secara objective menggunakan ceklis STROBE. Pendekatan secara naratif dilakukan untuk menyintesis dan menyimpulkan temuan dari hasil review. Hasil: Sebanyak 19 artikel dikumpulkan. Hubungan ketahanan pangan dan makanan ultra-proses menunjukkan hasil yang tidak konsisten. Namun, hubungan makanan ultra-proses dengan status kelebihan gizi dan obesitas menunjukkan hasil yang konsisten, yaitu semakin tinggi konsumsi makanan ultra-proses, semakin besar risiko menjadi obesitas. Hubungan ketahanan pangan dan obesitas juga cenderung memiliki hasil yang konsisten, yaitu hubungan negatif ditemukan di negara berpenghasilan tinggi (semakin tidak tahan pangan semakin tinggi makanan ultra-proses), sedangkan hubungan positif dilaporkan dari negara berpenghasilan rendah-menengah. Jalur mediasi dapat melalui dua, yaitu: (1) dewasa rawan pangan mengonsumsi lebih banyak makanan ultra-proses, sehingga memicu kelebihan gizi dan obesitas, atau (2) dewasa tahan pangan mengonsumsi lebih banyak makanan ultra-proses, sehingga meningkatkan potensi kelebihan gizi dan obesitas. Kesimpulan: Makanan ultra-proses berpotensi sebagai mediator hubungan status ketahanan pangan dengan status kelebihan gizi dan obesitas melalui dua jalur, serta melibatkan berbagai faktor lain seperti faktor sosio-demografi dan psikologi, bantuan social, dan motif pemilihan makanan.

Kata Kunci

Ultra-processed foodFood securityOverweightObesityAdultsMakanan ultra-prosesKetahanan panganStatus Kelebihan giziObesitasDewasa

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Amerta Nutrition

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

Makanan Ultra-Proses Berperan sebagai Mediator Hubungan Ketahanan Pangan dengan Status Kelebihan Gizi atau Obesitas pada Dewasa: Literature Review: Ultra-Processed Food can be a Mediator between Food Security Status and Overweight or Obesity among Adults: A Literature Review | Amerta Nutrition | Publiora