Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

Personal Higiene, Ketersediaan Air, dan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 6–59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Singorojo I, Kabupaten Kendal: Personal Hygiene, Water Availability, and Environmental Sanitation with the Incidence of Stunting in Toddlers Aged 6–59 Months in the Working Area of the Singorojo I Public Health Center, Kendal Regency

Personal Hygiene, Water Availability, and Environmental Sanitation with the Incidence of Stunting in Toddlers Aged 6–59 Months in the Working Area of the Singorojo I Public Health Center, Kendal Regency: Personal Higiene, Ketersediaan Air, dan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 6–59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Singorojo I, Kabupaten Kendal

Pradana, Veramita NandaSuparmi, SuparmiRatnawati, Ratnawati
Amerta Nutrition (Sinta 1)Vol. 0 No. 05 September 2023
DOI10.20473/amnt.v7i3.2023.421-426

Abstrak

Latar Belakang: Stunting adalah masalah gizi kronis di Indonesia yang belum tertangani dengan baik. Peningkatan angka kejadian stunting di Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti faktor maternal, gizi, sosio ekonomi, dan lingkungan. Personal higiene Ibu dan anak, akses ke sanitasi dasar dan air bersih berhubungan dengan tingginya angka stunting di wilayah kerja Puskesmas Singorojo 1 Kabupaten Kendal. Tujuan: Mengetahui hubungan antara personal higiene, ketersediaan air, dan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita usia 6–59 bulan. Metode: Analitik observasional memakai desain case-control. Pengambilan data dilakukan melalui interview menggunakan kuesioner dan observasi pada anak. Populasi terjangkau dari penelitian ini adalah balita usia 6-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Singorojo 1. Sampel yang digunakan berjumlah 50 balita yang berusia 6-59 bulan. Teknik sampling dilakukan secara consecutive sampling. Analisis data memakai uji Chi-Square, Fisher Exact, dan Regresi Logistik. Hasil: Hubungan personal higiene (OR=5,762; p=0,012; 95% CI=1,363–24,362), ketersediaan air (OR=4,571; p=0,349; 95% CI=0,473–44,170), dan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting (OR=9,333; p=0,001; 95% CI=2,431–35,839). Hasil analisis multivariat hubungan personal higiene (OR=3,867; p=0,111; β=1,353; 95% CI=0,732–20,423), ketersediaan air (OR=10,305; p=0,066; β=2,333; 95% CI=0,858–123,732), dan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting (OR=10,535; p=0,002; β=2,355; 95% CI=2,419–45,887). Kesimpulan: Personal higiene dan sanitasi lingkungan berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 6–59 bulan.

Kata Kunci

StuntingPersonal HigieneAir BersihKebersihan LingkunganStuntingPersonal HygieneClean WaterEnvironmental Hygiene

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Amerta Nutrition

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

Personal Higiene, Ketersediaan Air, dan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 6–59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Singorojo I, Kabupaten Kendal: Personal Hygiene, Water Availability, and Environmental Sanitation with the Incidence of Stunting in Toddlers Aged 6–59 Months in the Working Area of the Singorojo I Public Health Center, Kendal Regency | Amerta Nutrition | Publiora