Gambaran Konsumsi Makanan Tradisional pada Balita di Keluarga Pesisir di Kota Bengkulu, Indonesia: Consumption Traditional Food Description in Children Under Five in the Coastal Family of Bengkulu City, Indonesia
Consumption Traditional Food Description in Children Under Five in the Coastal Family of Bengkulu City, Indonesia : Gambaran Konsumsi Makanan Tradisional pada Balita di Keluarga Pesisir di Kota Bengkulu, Indonesia
Abstrak
Latar Belakang: Makanan tradisional merupakan sumber makanan paling potensial untuk dikembangkan dan sebagai komponen penting dalam strategi intervensi untuk meningkatkan konsumsi makanan harian balita. Makanan tradisional menyumbangkan zat gizi mikro dan protein yang dIbutuhkan untuk pertumbuhan balita. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi makanan tradisional dan konsumsi makanan tradisional balita pada keluarga pesisir di tiga etnis di Kota Bengkulu. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel adalah Ibu sebagai penyediaan makanan dalam keluarga yang tinggal di pesisir pantai dan unit analisis adalah balita, berjumlah 115 orang, dipilih secara acak sederhana dari 137 rumah tangga yang memiliki balita berusia 12-59 bulan. Data dikumpulkan menggunakan kombinasi teknik kuantitatif dan kualitatif seperti wawancara mendalam dan wawancara menggunakan formulir food recall, Identifikasi makanan tradisional diperoleh dari hasil FFQ (Food Frequency Questionnaire). Data konsumsi makanan balita keluarga nelayan yang telah dikumpulkan kemudian dibandingkan dengan AKG 2019. Analisis data dilakukan dengan merumuskan hasil wawancara mendalam dan analisis univariat. Hasil: KontrIbusi makanan tradisional anak balita keluarga pesisir meliputi energi sebesar 19,34%, protein sebesar 40,86%, lemak 17,65%, karbohidrat 17,65%, asam lemak PUFA sebesar 16,3%, MUFA sebesar 13,8% AKG. Berbagai macam makanan traditional yang sering dikonsumsi oleh Suku Melayu, Serawai dan Minang pada keluarga pesisir dapat dikelompokkan lauk pauk, sayuran dan snack. Kesimpulan: KontrIbusi makanan tradisional dapat memenuhi kebutuhan gizi energi dan zat gizi makro berkisar 17-41%. Perlu peningkatan konsumsi makanan tradisional pada keluarga nelayan dengan memvariasikan pengolahan sehingga kekhasan citra rasa makanan tradisional masing-masing etnik dapat dipertahankan.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Amerta NutritionArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
