Kadar Alkaloid, Makanan dan Daya Terima Lacto Cookies dengan Substitusi Tepung Jantung Pisang (Musa Paradisiaca Linn.) dan Tepung Ikan Seluang (Rasbora argyrotaenia): Alkaloid, Protein, Dietary Fiber Content, and Acceptability of Lacto Cookies Substituted with Banana Blossom (Musa Paradisiaca Linn.) and Fish Flour (Rasbora Argyrotaenia)
Alkaloid, Protein, Dietary Fiber Content, and Acceptability of Lacto Cookies Substituted with Banana Blossom (Musa Paradisiaca Linn.) and Fish Flour (Rasbora Argyrotaenia): Kadar Alkaloid, Makanan dan Daya Terima Lacto Cookies dengan Substitusi Tepung Jantung Pisang (Musa Paradisiaca Linn.) dan Tepung Ikan Seluang (Rasbora argyrotaenia)
Abstrak
Latar Belakang: Kelancaran produksi air susu ibu (ASI) yang diberikan kepada bayi secara tegas dapat mempengaruhi status kesehatan anak. Produksi ASI lancar jika hormon oksitosin dan prolactin adekuat. Jantung pisang (Musa paradisiaca) mengandung alkaloid, polifenol, steroid, flavonoid yang bersifat laktagogum. Mmemiliki potensi menstimulasi hormon oksitosin dan prolaktin. Pada ikan seluang (Rasbora argyrotaenia) juga terdapat 9 asam amino esensial (histidin, Aarginin, treonin, valin, methionin, isoleusin, leusin, phenilalanin, lisin) yang bermanfaat untuk memperlancar produksi ASI ibu menyusui. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya terima 5 formulasi lacto cookies dan menganalisis kandungan alkaloid, protein serta serat makanan. Metode: Penelitian ini menggunakanr ancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan. Subjek penelitian sebanyak 25 panelis terlatih untuk uji daya terima. Penentuan kadar alkaloid dilakukan dengan metode spektofotometri UV-Vis, protein dengan metode Kjeldahl, dan serat makanan dengan menggunakan metode enzymatic gravimetric. Formula dengan tingkat kesukaan tertinggi dilakukan pengujian alkaloid, protein dan serat makanan. Penilaian organoleptic meliputi warna, rasa dan aroma. Hasil: Pada aspek warna, rasa, dan aroma, formula 2 (40 % jantung pisang, 10 % ikan seluang) memiliki skor daya terima lebih baik dan berbeda signifikan dibandingkan dengan formula lainnya dengan p=0,000 (3,06±0,97). Maka dari itu dilakukan uji kandungan alkaloid, protein, dan serat pada formula 2. Kandungan formula 2 (40 % jantung pisang, 10 % ikan seluang) dalam 100 gram mengandung 110,03 µg/100 g alkaloid, 25,79 % protein, dan 21,06 % serat kasar. Kesimpulan: Formula yang paling disukai panelis adalah formula 2 dengan kandungan alkaloid sebesar 110,03 µg/100 g, protein sebesar 25,79%, dan serat kasar sebesar 21,06%.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Amerta NutritionArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
