IMPLEMENTASI BLENDED LIBRARIANSHIP DI LEARNING RESOURCE CENTER SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN IPMI: HAMBATAN DAN TANTANGAN
Abstrak
Kehadiran teknologi informasi dan komunikasi (TIK), ilmu pengetahuan telah mengalami perkembangan yang demikian pesatnya. Seiring dengan kemampuan pemustaka yang semakin adaptif dan informative yang cenderung menginginkan segala informasi dengan seketika. Kenyataan ini membawa implikasi dan menuntut perubahan yang besar (reposisi) terhadap peran pustakawan di era informasi digital, terutama di lingkungan perpustakaan perguruan tinggi khususnya di Sekolah Tinggi Manajemen IPMI. Konsep Blended Librarianship merupakan metafora yang menjelaskan peran pustakawan sebagai educator sekaligus partner dalam lingkungan pendidikan tinggi di era informasi digital. Di samping itu, Blended Librarian menggambarkan bahwa pustakawan adalah mitra penting dalam proses pendidikan di perguruan tinggi, berkolaborasi dengan beragam departemen untuk mendukung Tri Darma Perguruan Tinggi yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian masyarakat. Perpustakaan Sekolah Tinggi Manajemen IPMI dengan sebutan Learning Resource Center telah secara berkala menerapkan konsep Blended Librarianship
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka AL MaktabahArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
