Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

Rekonstruksi Fikih Ekosentrisme: Revitalisasi Konsep Hima sebagai Antitesis Pembangunan Ekstraktif di Indonesia

Toward Ecocentric Islamic Jurisprudence: Revitalizing Hima through Maqasid-Based Legal Reconstruction amid Extractive Development in Indonesia

Tahir, Muhammad SuaibPatri Arifin, MuhammadRoyana, AgamMaslahul Adi, Habib MaulanaMuhsin
Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam (Sinta 1)Vol. 0 No. 029 Mei 2026
DOI10.29240/jhi.v11i1.16274

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akar krisis ekologis akut di Indonesia yang dipicu oleh paradigma ekonomi ekstraktif dan kegagalan regulasi sekuler seperti UU Cipta Kerja. Selain itu, studi ini berupaya meronstruksi konsep hukum Islam melalui perspektif Fikih Ekosentrisme dan revitalisasi instrumen Hima sebagai solusi alternatif untuk melindungi Wilayah Kelola Rakyat (WKR) serta mewujudkan keadilan ekologis yang substansial di tengah ambisi pertumbuhan ekonomi nasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis-normatif dan studi kepustakaan yang mendalam. Data primer bersumber dari laporan strategis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) seperti Environmental Outlook 2025. Analisis dilakukan dengan menyinergikan data krisis lapangan tersebut dengan literatur hukum Islam kontemporer dan jurnal internasional bereputasi untuk membedah fenomena ketersesatan pembangunan dari kacamata teologi progresif.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembangunan yang mengejar pertumbuhan PDB 8% telah mengakibatkan utang ekologis masif, termasuk deforestasi 26 juta hektar dan militerisasi tata kelola sumber daya alam. Ditemukan bahwa instrumen hukum positif saat ini cenderung memfasilitasi penghancuran alam demi investasi. Sebagai antitesis, Fikih Ekosentrisme dan konsep Hima menawarkan kerangka perlindungan kawasan yang lebih efektif dan berkeadilan karena menempatkan alam sebagai subjek hukum yang sakral. Revitalisasi Hima terbukti secara teoretis dan empiris mampu menurunkan laju kerusakan lingkungan sekaligus menjamin kedaulatan hak-hak masyarakat lokal atas ruang hidup mereka

Kata Kunci

Fikih EkosentrismeHimaKrisis EkologiWALHIHukum LingkunganWilayah Kelola RakyatEcocentric FiqhHimaEcological CrisisWALHIEnviromental Law

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

Rekonstruksi Fikih Ekosentrisme: Revitalisasi Konsep Hima sebagai Antitesis Pembangunan Ekstraktif di Indonesia | Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam | Publiora