Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

IDENTIFIKASI MASTITIS SUBKLINIS PADA USAHA PETERNAKAN SAPI PERAH DI KECAMATAN NGANCAR KABUPATEN KEDIRI

Muarifah, HanumRizkiyah, Sinta AsriSetiawan, Abim
Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman (Sinta 3)Vol. 0 No. 08 September 2025
DOI10.30598/ajitt.2025.13.2.167-174

Abstrak

Mastitis subklinis merupakan penyakit peradangan yang tidak menunjukkan perubahan mencolok pada ambing maupun susu yang dihasilkan dapat berpengaruh negatif terhadap performa produksi sapi perah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi infeksi mastitis subklinis pada usaha peternakan sapi perah di Desa Babadan Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri. Penelitian menggunakan metode observasi dan screening menggunakan Uji CMT (California Mastitis Test), dimana pengujian dilakukan terhadap total sampel sebanyak 1.087 kuartir (puting) dari populasi 273 ekor sapi perah peranakan Peranakan Friesian Holstein (PFH).  Data dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui tingkat mastitis subklinis pada peternakan sapi perah. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 416 (38%) sampel susu positif mastitis subklinis dan 671 (62%) sampel susu negatif mastitis. Prevalensi mastitis subklinis yang terdeteksi menggunakan uji CMT pada sapi perah laktasi yang dipelihara secara intensif oleh peternak menunjukkan sejumlah sapi perah mengalami infeksi tanpa menunjukkan gejala yang jelas. Faktor-faktor seperti kebersihan kandang, teknik pemerahan, serta kondisi kesehatan ternak berperan penting dalam tingkat kejadian mastitis subklinis. ABSTRACT  Subclinical mastitis is an inflammatory disease that does not show any noticeable changes in the udder or the milk produced, but can negatively impact the production performance of dairy cows. This research aims to identify subclinical mastitis infection in dairy cattle farming in Babadan Village, Ngancar District, Kediri Regency. The research used observation and screening methods using the CMT (California Mastitis Test), where testing was carried out on a total sample of 1,087 quarters from a population of 273 Friesian Holstein crossbred dairy cows. Data were analyzed descriptively to determine the level of subclinical mastitis in dairy farms. The results showed that 416 (38%) milk samples were positive for subclinical mastitis, and 671 (62%) milk samples were negative for mastitis. The prevalence of subclinical mastitis detected using the CMT test in lactating dairy cows intensively raised by farmers showed that a number of dairy cows experienced infection without showing obvious symptoms. Factors such as barn cleanliness, milking techniques, and animal health conditions played a significant role in the incidence of subclinical mastitis.

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

IDENTIFIKASI MASTITIS SUBKLINIS PADA USAHA PETERNAKAN SAPI PERAH DI KECAMATAN NGANCAR KABUPATEN KEDIRI | Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman | Publiora