Integrasi Nilai-nilai Islam Wasathiyah dan Budaya Lokal dalam Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Inggris
Abstrak
Urgensi mengenai kompetensi guru dalam mengembangkan materi ajar Bahasa Inggris yang efektif dan kontekstual sesuai dengan kehidupan siswa Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Serang memotovasi tim PKM memfokuskan pada moderasi beragama dan nilai-nilai budaya lokal. Ini bertujuan untuk mengetahui pola pelatihan dalam pengelolaan bahan pengajaran bahasa Inggris yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dari Wasiatiah dan budaya lokal untuk guru sekolah menengah pertama. PKM ini menggunakan metode tindakan partisipatif atau PAR yang menggunakan berbagai teknik pengumpulan data, yaitu wawancara semi-terstruktur, kelompok diskusi terarah, dan pengamatan partisipatif. Kegiatan pelatihan ini telah berkontribusi pada meningkatnya kompetensi pedagogis guru, terutama dalam hal kemampuan untuk mengembangkan bahan ajar Bahasa Inggris dengan mengintegrasikan nilai-nilai wasiathiyah dan budaya lokal. Dalam praktiknya, peserta pelatihan mengadopsi tiga elemen budaya, yaitu ide; Aktivitas; dan artefak dalam mengembangkan bahan pengajaran bahasa Inggris. Tiga elemen budaya dikembangkan dalam membaca kompetensi, mendengarkan, berbicara, dan menulis presentasi dalam bentuk kalimat, paragraf, teks, dan gambar. Nilai-nilai Islam wasathiyah yang terlihat dari bahan ajar yang telah disusun oleh peserta pelatihan antara lain syura (diskusi), tasamuh (toleran), tathawur wa ibtikar (dinamis, kreatif, dan inovatif), qudwah (keteladanan), tawazun (berimbang), serta musawah (egalitarian).
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka ADMA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan MasyarakatArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
