Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

Digital Da’wah and the Transformation of Religious Authority: A Methodological Integration in Islamic Studies

Ismail HamdiUniversitas Negeri JakartaAdhe Noer Alie PratamaUniversitas Negeri JakartaAchmad FaridUniversitas Negeri JakartaAbdul FadhilUniversitas Negeri Jakarta
Abdurrauf Journal of Islamic Studies (Sinta 3)Vol. 5 No. 1 (2026)28 Februari 2026hal. 54-66
DOI10.58824/arjis.v5i1.502

Abstrak

This study examines the transformation of Islamic preaching (da’wah) in social media through an integrated methodological framework combining normative-theological and sociological approaches. While existing studies tend to separate textual-normative analysis from empirical social dynamics, this research introduces a hybrid methodological model that bridges maq??id al-shar?‘ah, u??l al-fiqh, and Qur’anic preaching principles with digital sociology perspectives. Using a qualitative content analysis of 150 digital da’wah contents across YouTube, Instagram, and TikTok (2024–2025), this study analyzes communication styles, audience engagement, and shifts in religious authority. The findings reveal three major transformations: (1) the emergence of algorithmic-based religious authority competing with traditional scholarly legitimacy; (2) the adaptation of interactive and visual communication styles aligned with digital audiences; and (3) the contextual reinterpretation of Islamic teachings within contemporary issues. The novelty of this study lies in proposing an integrative methodological framework that not only explains digital da’wah phenomena but also provides evaluative tools grounded in Islamic epistemology. This approach contributes to the future development of Islamic studies by offering a comprehensive model for analyzing religion in digitally mediated environments. [Penelitian ini mengkaji transformasi dakwah Islam (dakwah) di media sosial melalui kerangka metodologis terpadu yang menggabungkan pendekatan normatif-teologis dan sosiologis. Sementara studi yang ada cenderung memisahkan analisis tekstual-normatif dari dinamika sosial empiris, penelitian ini memperkenalkan model metodologis hibrida yang menjembatani maq??id al-shar?'ah, u??l al-fiqh, dan prinsip-prinsip khotbah Al-Qur'an dengan perspektif sosiologi digital. Menggunakan analisis konten kualitatif dari 150 konten dakwah digital di YouTube, Instagram, dan TikTok (2024–2025), penelitian ini menganalisis gaya komunikasi, keterlibatan audiens, dan pergeseran otoritas agama. Temuan ini mengungkapkan tiga transformasi utama: (1) munculnya otoritas agama berbasis algoritmik yang bersaing dengan legitimasi ilmiah tradisional; (2) adaptasi gaya komunikasi interaktif dan visual yang selaras dengan audiens digital; dan (3) penafsiran ulang kontekstual ajaran Islam dalam isu-isu kontemporer. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada pengusulan kerangka metodologis integratif yang tidak hanya menjelaskan fenomena dakwah digital tetapi juga menyediakan alat evaluatif yang didasarkan pada epistemologi Islam. Pendekatan ini berkontribusi pada pengembangan studi Islam di masa depan dengan menawarkan model komprehensif untuk menganalisis agama dalam lingkungan yang dimediasi secara digital.]

Kata Kunci

methodological approachIslamic studiesdigital preachingsocial mediamethodological approachIslamic studiesdigital preachingsocial media

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Abdurrauf Journal of Islamic Studies

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

Digital Da’wah and the Transformation of Religious Authority: A Methodological Integration in Islamic Studies | Abdurrauf Journal of Islamic Studies | Publiora