Peningkatan Kapasitas Kolaborasi Tenaga Kesehatan Dalam Penanganan Kasus Kegawatdaruratan di Puskesmas
Abstrak
Pelayanan kegawatdaruratan di Puskesmas menuntut kolaborasi lintas profesi yang efektif untuk menjamin keselamatan dan kualitas layanan pasien. Namun, praktik kolaborasi interprofesional (IPC) di lini primer masih menghadapi tantangan akibat keterbatasan pemahaman peran dan kurangnya keterampilan komunikasi tim. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi kolaboratif tenaga kesehatan Puskesmas melalui pelatihan simulasi berbasis kasus kegawatdaruratan. Simulasi klinis dirancang sebagai bentuk interprofessional education untuk membangun koordinasi lintas profesi dalam merespons situasi kritis, sekaligus menciptakan ruang latihan yang aman dan terstruktur. Evaluasi dilakukan melalui observasi lapangan dan pengisian Interprofessional Collaborative Competency Attainment Survey (ICCAS), yang terdiri dari 20 pernyataan dengan skala 1 menyatakan sangat tidak setuju hingga 7 menyatakan sangat setuju. Survei ini mengukur aspek komunikasi, pengambilan keputusan bersama, pemberian umpan balik, dan pemahaman peran antarprofesi. Hasil ini menunjukkan bahwa simulasi efektif dalam mengasah kesiapsiagaan tenaga kesehatan menghadapi situasi kritis secara kolaboratif. Mayoritas peserta menunjukkan peningkatan skor pada berbagai aspek kompetensi kolaboratif setelah pelatihan. Simulasi berbasis kasus kegawatdaruratan berpotensi menjadi pendekatan pembelajaran yang relevan untuk memperkuat keterampilan kolaborasi tim di tingkat layanan primer, sekaligus mendukung penguatan sistem respons kegawatdaruratan di komunitas.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Abdimas UniversalArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
