Penerapan Teknik Vertikultur Berbahan Bambu sebagai Upaya Adaptasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Terhadap Banjir di Desa Ngablak
Abstrak
Desa Ngablak di Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, merupakan wilayah rawan banjir tahunan akibat luapan Sungai Bengawan Solo. Kondisi tersebut menyulitkan masyarakat, khususnya pengrajin jamu tradisional, dalam membudidayakan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai bahan baku utama. Melalui program pengabdian masyarakat, tim PPK Ormawa UKM P2J Universitas Bojonegoro memperkenalkan inovasi pertanian dengan sistem vertikultur berbahan bambu sebagai solusi ramah lingkungan dan adaptif terhadap banjir. Kegiatan dilaksanakan melalui survei lokasi, koordinasi dengan pemerintah desa, sosialisasi, pelatihan, praktik langsung penanaman toga bersama masyarakat, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa metode vertikultur tidak hanya efektif mengurangi risiko kerusakan tanaman akibat banjir, tetapi juga memanfaatkan potensi lokal berupa bambu yang melimpah namun kurang termanfaatkan. Peserta kegiatan memperoleh keterampilan teknis dalam pembuatan, perawatan, serta pemanfaatan media vertikultur sehingga mampu mengaplikasikan secara mandiri. Dengan adanya program ini, masyarakat Desa Ngablak, khususnya pengrajin jamu, memiliki alternatif solusi dalam menjaga ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan. Simpulan dari kegiatan ini menegaskan bahwa vertikultur berbasis bambu dapat meningkatkan kemandirian masyarakat, memperkuat usaha jamu tradisional, serta mendukung ketahanan ekonomi lokal di wilayah rawan banjir.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Abdimas UniversalArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
