Pendidikan Berbasis Budaya Lokal: Pemetaan Kurikulum di Sekolah Dasar Melalui Kolaborasi Guru dan Komunitas Adat
Abstrak
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan suplemen bahan ajar berbasis budaya lokal melalui keterlibatan aktif komunitas adat di Kampung Yoboi, Papua. Latar belakang kegiatan didasari oleh pentingnya pelestarian budaya lokal melalui pendidikan dasar yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan peserta didik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif partisipatif, kegiatan ini melibatkan guru, tokoh adat, perempuan pengolah sagu, serta pemuda lokal dalam proses identifikasi pengetahuan tradisional, pemetaan budaya dan lingkungan, serta penyusunan bahan ajar. Tahapan kegiatan meliputi observasi partisipatif, lokakarya komunitas, dokumentasi visual dan naratif, serta pelatihan guru. Hasil utama mencakup: (1) teridentifikasinya praktik budaya seperti panen sagu dan seni lukis kulit kayu Khombouw sebagai sumber pembelajaran lintas literasi (ekologi, sains, budaya, dan kewarganegaraan); (2) tersusunnya modul pembelajaran kontekstual, buku saku siswa, dan peta budaya sebagai media ajar; serta (3) meningkatnya kapasitas guru dan pemuda dalam dokumentasi serta integrasi budaya lokal ke dalam pembelajaran. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelibatan masyarakat dalam pendidikan dasar tidak hanya meningkatkan kebermaknaan pembelajaran, tetapi juga menjadi strategi dekolonisasi pengetahuan dan pelestarian budaya. Implikasi kegiatan menunjukkan pentingnya dukungan kebijakan untuk mereplikasi model ini di komunitas adat lainnya.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Abdimas UniversalArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
