Pelatihan Pembuatan Sabun Ramah Lingkungan Berbasis Eco-Enzyme di Yayasan Amal Ikhlas Mandiri Tasikmalaya
Abstrak
Sampah organik memang mampu terurai secara alami, tapi sampah organik juga memiliki potensi untuk merusak lingkungan. Tumpukan sampah organik yang tidak mendapatkan oksigen bisa menghasilkan gas metana yang berbahaya. Tumpukan sampah organik merupakan habitat hewan-hewan seperti tikus, lalat, kecoa, dan nyamuk. Hewan-hewan tersebut membawa penyakit menular melalui aneka bakteri dan virus. Salah satu cara mengurangi sampah untuk sampai di Tempat Pembuangan Akhir adalah dengan mengolah sampah organik di level rumah tangga sehingga memiliki manfaat dan nilai tambah secara ekonomi. Solusi yang ditawarkan pada Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah mengolah sampah organik segar, yaitu sisa sayur segar dan kulit buah segar untuk dimanfaatkan kandungan enzim dari bahan-bahan organik tersebut dengan cara fermentasi anaerop yang menghasilkan eco-enzyme. Eco-enzyme yang dihasilkan diolah menjadi produk turunannya yaitu sabun padat eco-enzyme selain digunakan untuk keperluan rumah tangga, juga bisa dijual sehingga menambah pendapatan keluarga. Pengabdian kepada masyarakat terlaksana atas kerja sama dengan Yayasan Amal Ikhlas Mandiri. PKM dilaksanakan di desa Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya. Hasil PkM menunjukkan bahwa peserta merasakan mampu membuat sabun eco-enzyme dan tertarik membuatnya di masa mendatang. Faktor yang mendukung keberlanjutan kegiatan PKM adalah tersedianya limbah organik (kulit buah dan sayur segar), minyak kelapa sebagai bahan baku sabun, dan dukungan Yayasan Amal Ikhlas Mandiri.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Abdimas UniversalArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
