Penerapan Permainan Tradisional Sambil Belajar untuk Perkembangan Sosial Anak Usia Sekolah Dasar
Abstrak
Artikel ini mendeskripsikan penerapan permaian tradisional sambil belajar untuk perkembangan sosial anak usia sekolah. Tujuan permainan tradisional sambil belajar menolong perkembangan sosial anak dengan berbagai keterampilan motoriknya. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) difokuskan di dusun Mangga Dua sebuah daerah terpencil, tertinggal, miskin, serta aspek pendidikan yang belum disentuh pelayanannya. Sebagian anak yang belum menikmati pendidikan secara baik karena bangunan sekolah yang belum tersedia, jarak menempuh lokasi pendidikan kurang lebih tiga kilometer ke desa induk Saunulu, Kecamatan Tehoru. Ada sebagian orang tua dan anak yang belum tahu membaca dan menulis, serta masih buta huruf (aksara). Diharapkan melalui kegiatan ini ada kesadaran dari orang tua untuk menyekolahkan anaknya walaupun dihadapkan dengan kondisi ekonomi dan transportasi yang terbatas. Melalui kegiatan penerapan permainan tradisional sambil belajar diharapkan budaya dapat dilestarikan karena sarat dengan nilai moral dan etika sosial. Adapun metode yang dipakai adalah pendampingan belajar sambil bermain. Kegiatan PkM dilakukan selama tiga hari. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan mendapat responsivitas dari semua anak-anak serta orang tua.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Abdimas UniversalArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
