Publiora
Publikasi & Submission

Cara Mencari Referensi Jurnal SINTA untuk Skripsi dan Artikel

Bagian tersulit dari menulis tinjauan pustaka sering kali bukan menulisnya, tetapi mencari artikel yang benar-benar mendukung tiap kalimat. Mencari dengan judul skripsi biasanya menghasilkan ratusan artikel yang topiknya mirip, tetapi belum tentu membahas klaim yang sedang Anda tulis.

Panduan ini membahas cara mencari rujukan dari jurnal terakreditasi SINTA mulai dari kalimat yang Anda tulis, cara memeriksa sumbernya sebelum dikutip, dan cara menyusun sitasi serta daftar pustakanya.

1. Mulai dari klaim, bukan dari judul skripsi

Setiap kalimat yang menyatakan fakta, hasil penelitian, atau hubungan sebab akibat perlu rujukan. Contohnya: "pemberian ASI eksklusif berhubungan dengan penurunan risiko stunting". Kalimat seperti ini lebih mudah dicarikan rujukannya daripada topik besar seperti "gizi balita".

Tulis satu klaim per kalimat. Kalimat yang memuat tiga gagasan sekaligus sulit dicarikan satu rujukan yang mendukung semuanya.

2. Utamakan jurnal terakreditasi SINTA

Artikel dari jurnal terakreditasi SINTA sudah melalui penelaahan sejawat dan terbit di jurnal yang diakui Kementerian. Banyak program studi juga meminta sebagian rujukan berasal dari jurnal terakreditasi.

Level SINTA menunjukkan peringkat akreditasi jurnal, dari SINTA 1 sebagai yang tertinggi. Rujukan dari SINTA 1 dan 2 biasanya lebih kuat, tetapi artikel dari SINTA 3 dan 4 yang relevan tetap layak dipakai.

Lihat direktori jurnal SINTA di Publiora →

3. Cari dengan istilah yang dipakai di bidang Anda

Mesin pencari akademik seperti Google Scholar dan Garuda bekerja paling baik dengan istilah teknis bidang Anda, misalnya "literasi keuangan UMKM" atau "convolutional neural network citra daun", bukan kalimat sehari-hari.

Catat istilah yang muncul di judul dan kata kunci artikel yang relevan, lalu pakai istilah itu untuk pencarian berikutnya.

4. Sudah punya paragrafnya? Biarkan rujukannya dicarikan

Bila paragrafnya sudah Anda tulis, Sisipkan Sitasi di Publiora bisa mencarikan rujukan untuk tiap kalimat. Setiap kalimat dicocokkan dengan hampir 1,5 juta artikel jurnal SINTA 1 sampai 4 berdasarkan makna dan kata kuncinya, lalu sitasinya disisipkan dan daftar pustakanya disusun.

Kalimat yang tidak punya padanan cukup dekat dibiarkan tanpa sitasi. Itu tanda Anda perlu mencari rujukannya secara manual, atau kalimatnya terlalu umum.

Coba Sisipkan Sitasi dengan paragraf Anda →

5. Baca abstraknya sebelum mengutip

Kemiripan topik belum tentu berarti artikel itu mendukung kalimat Anda. Baca abstraknya, dan bila perlu bagian hasil dan pembahasannya. Periksa apakah temuan artikel itu benar-benar menyatakan hal yang Anda tulis, termasuk konteksnya: populasi, lokasi, dan metode penelitiannya.

Jangan mengutip artikel yang belum Anda baca. Dosen penguji sering menanyakan isi rujukan, dan sitasi yang tidak sesuai isinya mudah ketahuan.

6. Periksa jurnal dan DOI-nya

Pastikan jurnalnya masih terakreditasi dan bukan jurnal predator. DOI yang terdaftar memudahkan pembaca menemukan artikel aslinya dan menunjukkan artikel itu tercatat secara resmi.

Periksa jurnal di Cek Jurnal →

7. Susun sitasi dan daftar pustaka sesuai gaya yang diminta

Ikuti gaya sitasi yang ditetapkan program studi atau jurnal tujuan Anda. Gaya yang paling sering diminta adalah APA edisi ke-7, IEEE untuk bidang teknik, Vancouver untuk bidang kesehatan, serta Harvard, MLA, dan Chicago.

Untuk skripsi yang panjang, pengelola referensi seperti Mendeley atau Zotero membantu menjaga daftar pustaka tetap konsisten. Sisipkan Sitasi menyediakan daftar pustaka dalam enam gaya yang bisa langsung disalin, BibTeX untuk LaTeX, dan RIS yang bisa diimpor ke Zotero atau Mendeley.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa jumlah referensi yang ideal untuk skripsi?

Tidak ada angka baku yang berlaku umum. Jumlah minimal dan proporsi rujukan dari jurnal biasanya diatur dalam pedoman penulisan program studi masing-masing, jadi periksa pedoman kampus Anda.

Apakah boleh mengutip artikel dari jurnal SINTA 4?

Boleh, selama artikelnya relevan dan jurnalnya terakreditasi. Kombinasikan dengan rujukan dari jurnal berperingkat lebih tinggi bila tersedia.

Apakah sitasi dari alat otomatis bisa langsung dipakai?

Periksa dulu. Alat otomatis membantu menemukan kandidat rujukan, tetapi Anda tetap perlu membaca artikelnya untuk memastikan isinya mendukung kalimat Anda.

Apa bedanya Sisipkan Sitasi dengan generator sitasi biasa?

Generator sitasi biasa merapikan format dari DOI atau tautan artikel yang sudah Anda temukan. Sisipkan Sitasi mencarikan artikelnya dari kalimat yang Anda tulis, lalu menyusun sitasinya.

Temukan jurnal yang tepat untuk naskah Anda

Jelajahi ribuan jurnal terakreditasi Sinta, bandingkan, dan dapatkan rekomendasi AI.